JawaPos Radar

Tiga Bocah Disekap Orang Tua Angkat karena Kesulitan Ekonomi

18/09/2018, 15:03 WIB | Editor: Dida Tenola
Tiga Bocah Disekap Orang Tua Angkat karena Kesulitan Ekonomi
Seorang petugas P2TP2A Kota Makassar menggendong DV, salah seorang bocah yang disekap oleh Memei (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com – Satreskrim Polrestabes Makassar telah mengamankan Meilania Detaly alias Memei, 31, pada Senin malam (17/9). Saat ini polisi masih memeriksa intensif, perempuan yang diduga menyekap dan menganiaya tiga anak angkatnya tersebut.

Memei merupakan warga pendatang di Makassar. Sebelumnya dia menetap di Papua. ”Tahun 2011 yang bersangkutan (Memei, Red) bersama suaminya merantau ke Makassar. Sebelumnya pernah di Papua, pernah juga tinggal di Palopo. Pekerjaannya tidak menentu (pindah-pindah),” terang Kasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Selasa (18/9). 

Kepada penyidik, Memei mengaku bila dua di antara ketiga bocah tersebut adalah anak kandungnya. Dua bocah yang dimaksud adalah OW, 11; DV, 2.

Tiga Bocah Disekap Orang Tua Angkat karena Kesulitan Ekonomi
Kasatreskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono memberikan keterangan setelah menggelar olah TKP (Syahrul Ramadan/ JawaPos.com)

Sedangkan US, 5, memang diakui Memei sebagai anak angkatnya. US merupakan anak dari mantan karyawan Memei. Memei mengangkat US sebagai anak dan tinggal bersamanya.

Kendati begitu, polisi masih akan mendalami pengakuan Memei. Korps berseragam cokelat tidak percaya begitu saja dengan keterangan Memei. ”Kami perlu melakukan pembuktian. Sebab sampai saat ini penyidik belum menemukan akta kelahiran maupun catatan sipil dua anak (OW dan DV) tersebut,” tambah Wirdhanto.

Perwira polisi berpangkat satu melati di pundak itu melanjutkan, Memei mempunyai usaha butik dan klinik hewan. Temuan itu didapat dari hasil olah TKP di ruko yang terletak di Jalan Mirah Seruni, Senin malam (17/9).

Di lantai dasar ruko tersebut, polisi menemukan sejumlah pakaian yang merupakan barang dagangan Memei. Sedangkan di lantai tiga, mereka mendapati enam ekor anjing yang kondisinya sama sekali tidak terawat. "Alasan mendasar dari yang bersangkutan karena faktor ekonomi, sehingga terjadilah hal-hal seperti ini," lanjut peraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian (Akpol) 2003 tersebut.

Lantaran kondisi ekonomi yang terbatas, Memei kemudian berupaya menekan biaya pengeluaran untuk ketiga bocah tersebut. "Jadi perlakuannya seminimal mungkin (keluar biaya). Mulai dari aspek sekolah hingga aspek kehidupan sehari-hari yang lainnya," ungkap Wirdhanto.

Hingga saat ini, polisi masih terus menggali keterangan Memei. Status Memei masih sebagai saksi.

Selain itu, polisi juga terus mengumpulkan keterangan para saksi lain menyusul temuan beberapa barang bukti saat olah TKP. Jika semuanya sudah lengkap, polisi akan melakukan gelar perkara kasus tersebut hingga kemudian menetapkan Memei sebagai tersangka.

Sementara terkait kondisi OW dan DV, keduanya masih menjalani perawatan fisik dan pemulihan mental. Mereka terus mendapat perhatian di rumah Aman P2TP2A Makassar.

(ce1/rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up