JawaPos Radar

3 WN Bulgaria Jadi Sindikat Pembobol ATM

18/09/2017, 08:03 WIB | Editor: Ilham Safutra
3 WN Bulgaria Jadi Sindikat Pembobol ATM
Kasat Reskrim AKP Kadek Metria (memegang kartu ATM) melakukan introgasi terhadap pelaku. (Ist for Radar Lombok/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah mendapat laporan dari korban pada 2 Agustus lalu, aparat kepolisian memburu pelaku dugaan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM). Alhasil tiga orang warga negara (WN) Bulgaria diringkus di depan hotel di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, pada Sabtu (16/9) pukul 07.10 Wita. Ketiga pelaku tersebut yakni, Velev, 44; Stanco, 39; dan Mitko, 43. Mereka dibekuk

"Pengungkapan kasus pembobolan ATM BRI ini sesuai dengan laporan yang kami terima pada 2 Agustus lalu," kata Kasatreskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Metria kemarin (17/9).

Polisi sudah melakukan pengintaian selama dua hari setelah mendapatkan informasi keberadaan pelaku di Gili Trawangan. "Tanpa perlawanan, dua pelaku kami amankan ke tempat penginapan untuk menangkap pelaku lainnya," ujar mantan Kasat Narkoba Polres Lombok Barat tersebut.

3 WN Bulgaria Jadi Sindikat Pembobol ATM
Ilustrasi ATM (Toni Suhartono/Indopos/JawaPos.com)

Sehari sebelum ditangkap, para pelaku beraksi di mesin ATM BRI di Gili Trawangan. Mereka mencongkel mesin ATM dan memasang alat perekam data (skimmer). Para pelaku memiliki tugas-tugas masing. Velev bertugas melakukan pengawasan di luar dan Stanco kebagian membobol mesin ATM BRI. "Saat penangkapan itu, pelaku akan mengambil kembali rekaman alat yang sudah dipasang pada mesin ATM," jelasnya.

Setelah meringkus kedua pelaku dan mengamankan barang bukti berupa memori rekaman, polisi melakukan pengembangan. Polisi berhasil menahan seorang pelaku lainnya, Mitko. Selain itu, disita dua alat skimmer, uang Rp 46.899.000 plus USD 2, satu alat pencongkel yang berasal dari besi, tiga unit handphone, satu set kunci elektronik, tiga tang, satu unit laptop, tiga bola lampu, dan barang bukti identitas lainnya.

Para pelaku kini ditahan di Mapolda NTB. Meski begitu, kasus itu tetap ditangani Polres Lombok Utara. "Kasus ini tetap ditangani Satreskrim Polres Lombok Utara. Ditreskrimsus hanya mem-back up. Penahanan ketiganya juga dititipkan di rutan Polda NTB," jelas Kabidhumas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti.

Di tempat terpisah, pimpinan BRI Cabang Mataram Mohammad Harsono menyatakan bahwa percobaan pembobolan mesin ATM oleh pelaku sudah diendus pihaknya. "Kami mengetahui rencana pembobolan mesin ATM sejak 2 Agustus melalui CCTV yang terpasang di ATM," ungkap Harsono kepada Radar Lombok (Jawa Pos Group) kemarin.

Dia menjelaskan, percobaan pembobolan mesin ATM BRI oleh pelaku bisa diketahui berkat kerja tim patroli mesin ATM yang dibentuk langsung oleh Bank BRI Mataram sejak Januari lalu. "Mesin skimmer yang dipasang pelaku itu langsung diketahui dan dibuka petugas tim patroli mesin ATM Bank BRI," terang Harsono.

Meski pelaku tidak berhasil membobol mesin ATM BRI, Harsono mengakui bahwa ada nasabahnya yang menjadi korban. Harsono menyebutkan bahwa dua nasabah dari Ampenan dan satu nasabah dari Senggigi menjadi korban pembobolan mesin ATM BRI tersebut.

Nasabah asal Ampenan itu kebobolan Rp 60 juta dan nasabah asal Senggigi mengalami kerugian Rp 9 juta. "Bagi dua nasabah yang jadi korban itu, uangnya langsung kami ganti." 

(flo/gal/luk/c14/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up