JawaPos Radar

Polisi Kantongi Identitas Mahasiswa Pembacok Anggota Ormas

18/08/2018, 18:17 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Mahasiswa Papua
Seorang mahasiswa asal Papua menunjukkan parang kepada polisi saat proses negosiasi di depan asrama Jalan Kalasan 10, Surabaya, Rabu (15/8) malam. (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Satreskrim Polrestabes Surabaya masih memburu pelaku pembacokan terhadap seorang anggota ormas di asrama mahasiswa Papua, Jalan Kalasan 10, Surabaya. Polisi sudah mengantongi ciri-ciri dan identitas terduga pelaku.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, pihaknya sudah meminta keterangan para saksi yang berada di TKP saat kejadian. "Dia (pelaku pembacokan) sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini sedang dalam upaya pencarian," ujar Sudamiran saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/8).

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu menambahkan, upaya pencarian pelaku memang sedikit menemui jalan buntu. Salah satunya adalah terhambatnya akses untuk meminta keterangan para penghuni asrama. Padahal keterangan penghuni sangat dibutukan polisi.

Oleh sebab itu, polisi terus berkordinasi dengan Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya (IKBPS). "Susah untuk masuk (ke dalam asrama). Kami minta tolong ke senior-senior mereka untuk mendapat akses informasi," lanjut Sudamiran.

Petunjuk yang didapat polisi sendiri sebenarnya cukup kuat. Yakni, dari video yang beredar usai keributan antara mahasiswa Papua dengan gabungan ormas. Di video tersebut terlihat satu orang pria yang membawa parang. Diduga, pria tersebut yang membacok anggota ormas.

Rabu (15/8) siang, keributan antara gabungan ormas dengan mahasiswa Papua dipicu karena tidak dikibarkannya bendera Merah Putih. Massa ormas hendak menyosialisasikan pemasangan bendera karena menjelang perayaan HUT ke-73 RI. Pedoman mereka adalah instruksi Wali Kota Surabaya yang mengimbau untuk mengibarkan merah putih mulai 14 hingga 18 Agustus 2018.

Namun kedatangan massa ormas membuat para penghuni asrama berusaha mempertahankan diri. Salah satu anggota ormas diduga terkena luka bacok oleh salah seorang mahasiswa.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up