Pengamat: Izin Operasional LRT Sulit Sebab Belum Siap dan Molor!

18/08/2018, 12:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
LRT Kelapa Gading-Velodrome. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Operasional proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta fase I rute Kelapa Gading-Velodrome terus ditunda. Pasalnya izin beroperasinya LRT belum ditandatangani oleh Kementerian Perhubungan.

Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang melihat hal ini sangat wajar. Pasalnya, setiap kesiapan baik dari sarana dan prasarana belum ada yang dikatakan siap digunakan.

"Velodrome Rawamangun ya, izin operasional itu sulit karena prasarana masih belum siap, lalu untuk sarana juga belum siap, stasiun belum selesai semua makanya untuk perijinan belum dikeluarkan," jelas Deddy kepada JawaPos.com, Sabtu (18/8).

Uji coba LRT Kelapa Gading-Velodrome. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

Menurutnya, waktu pengerjaan yang terus tertunda-tunda menjadi alasan terbesar. Terlebih pada Oktober 2017 sempat ada peristiwa crane proyek LRT yang terjatuh di kawasan Kelapa Gading sehingga menambah molornya waktu pengerjaan

"Pernah ada crane yang dulu jatuh paling tidak sudah mundur sebulan. Kenyataannya juga ketunda-ketunda terus sampai dulu pernah dimoratorium kan, oleh Kemenpupr untuk proyek-proyek konstruksi mohon dihentikan selama waktu tidak ditentukan," terang Deddy.

"Tapi khusus alat Jakpro memang diperkenankan jalan tapi pada kenyataannya di lapangan mereka tetap mundur berhenti menunggu penyelidikan kemenpu dan Polisi lama jadi sampai sekarang mundur," tegasnya.

Maka dari itu, Deddy melihat tidak perlu kaget atas tidak diberikannya ijin operasional LRT karena nyatanya untuk konstruksi sendiri prasarana juga belum siap. "Otomatis tidak sesuai target, tentunya ijin operasional jadi mundur juga," tandasnya.

Sebelumnya, internal PT Jakpro dan Dishub DKI telah melakukan uji coba operasi LRT Kelapa Gading-Velodrome pada Rabu (15/8) lalu. Dua trainset LRV dengan kecepatan 20-40 kilometer per jam melintasi Stasiun Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, dan berakhir di Stasiun Boulevard Utara.

Sebagai informasi, infrastruktur LRT saat ini mencapai 91 persen. Baru dua stasiun yang beroperasi, yakni Velodrome dan Boulevard Utara yang berada di depan Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lintasan LRT dibangun sepanjang 5,8 kilometer dengan anggaran mencapai Rp 7,4 triliun.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi