JawaPos Radar

Belum Bisa Memecah Kemacetan

Jarak LRT 5,8 Km, Pengamat Sebut Warga Lebih Pilih Naik Ojek Online

18/08/2018, 13:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jarak LRT 5,8 Km, Pengamat Sebut Warga Lebih Pilih Naik Ojek Online
LRT Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta fase I rute Kelapa Gading-Velodrome masih belum dinikmati oleh masyarakat umum. Pasalnya, proses penurunan sertifikasi belum dikeluarkan.

Namun, ketika nanti beroperasi akankah LRT dapat memecah kemacetan layaknya Kereta Rel Listrik (KRL) yang sama-sama memiliki jalur sendiri.Pengamat transportasi dari Institut Studi Transportasi (Instran), Deddy Herlambang melihat ini merupakan dua segmen yang berbeda.

Dedy menjelaskan konsep LRT memang diketahui makro, holistik dan tidak sepotong-sepotong. Khusus untuk Velodrome, Rawamangun sendiri jarak tempuh masih pendek belum bisa memecahkan kemacetan yaitu 5,8 kilometer.

Jarak LRT 5,8 Km, Pengamat Sebut Warga Lebih Pilih Naik Ojek Online
Ojek online. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

"Kan baru 5,8 km. Jadi masih belum bisa, beda kalau KRL sifatnya bisa jauh, bisa sampe Bogor Rangkas Bitung, sedangkan LRT itu kereta ringan untuk jarak pendek maksimal 25 km," tuturnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (18/8).

Menurut Deddy, LRT dengan rute Rawamangun bisa memecah kemacetan jika sudah sesuai masterplannya yaitu sampai Stasiun Sudirman. Jika sudah mencapai itu, Deddy optimis LRT dapat menuntaskan sebagian persen dari kemacetan.

"Kalau sekarang belumlah, kalau masih cuman 5,8 km orang lebih seneng naik gojek kali," ungkapnya.

Jika dibandingkan KRL, Deddy mengatakan tidak bisa disamakan karena tentu jarak tempuh KRL lebih luas karena melewati kota-kota lain di luar Jakarta. Sedangkan, LRT lebih di dalam perkotaan sehingga baik LRT dan KRL memilik penumpang ya masing-masing.

"Jalur juga beda, LRT Adhikarya di Cibubur juga beda kan konstruksinya dibangun searah jalan tol jadi memang konsepnya mengambil penumpang yang biasanya naik kendaraan pribadi menggunakan jalan tol kalaupun macet bisa memilih angkutan massal LRT, dari Cibubur bisa Cawang ke Sudirman juga," pungkasnya.

Sebelumnya, internal PT Jakpro dan Dishub DKI telah melakukan uji coba operasi LRT Kelapa Gading-Velodrome pada Rabu (15/8) lalu. Dua trainset LRV dengan kecepatan 20-40 kilometer per jam melintasi Stasiun Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, dan berakhir di Stasiun Boulevard Utara.

Sebagai informasi, infrastruktur LRT saat ini mencapai 91 persen. Baru dua stasiun yang beroperasi, yakni Velodrome dan Boulevard Utara yang berada di depan Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lintasan LRT dibangun sepanjang 5,8 kilometer dengan anggaran mencapai Rp 7,4 triliun.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up