JawaPos Radar

Cuaca Ekstrem, Ancaman Bencana Kebakaran di Batam Meningkat

18/08/2018, 19:38 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Cuaca Ekstrem
ILUSTRASI: Suhu udara di batam dalam beberapa hari belakangan mencapai angka 33,6 derajat celcius, kondisi ini sudah mendekati suhu tertinggi di Batam 44,2 derajat celcius. (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ancaman kebakaran di beberapa kawasan Kota Batam meningkat seiring dengan tingginya suhu udara dalam beberapa hari belakangan. Mengantisipasi adanya kemungkinan terjadinya kebakaran tersebut, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam, Azman mengaku telah menyiagakan personel.

Petugas yang saat ini telah ada di posnya masing-masing, diinstruksikan untuk tetap siaga dengan kerawanan yang mengancam. "Kita selalu siap, sudah ada petugas di pos damkar yang akan merespon kalau ada kejadian," kata Azman di Batam Centre, Sabtu (18/8)

Azman menjelaskan bahwa laporan adanya kebakaran memang sudah ada, namun sampai sejauh ini masih bisa ditangani oleh petugas, sehingga tidak mengakibatkan banyak kerugian.

Seperti diketahui, Suhu udara di batam dalam beberapa hari belakangan mencapai angka 33,6 derajat celcius, kondisi ini sudah mendekati suhu tertinggi di Batam 44,2 derajat celcius. Panasnya udara ini tidak hanya menimbulkan ancaman kebakaran, namun juga kekeringan dan gangguan kesehatan.

Untuk ancaman kekeringan sendiri, lanjut Azman, Damkar juga bisa menyalurkan air untuk kebutuhan rumah ibadah dan masyarakat apabila memang kondisinya mendesak. "Kalau ada permintaan, ada surat permohonan kepada kita akan kita layani," katanya lagi.

Beberapa kawasan di Batam, memang memiliki kerawanan terhadap ancaman kemarau, terlebih untuk kawasan Kecamatan Galang di pesisir timur Batam. Beberapa daerah di Kecamatan Galang yang belum teraliri sambungan sistem pengairan dari pemerintah ini memang sering mengalami kemarau.

Namun demikian, kondisi kemarau yang terjadi tidak sampai membahayakan, karena sumber air bersih tetap ada, tapi di jarak yang jauh dari pemukiman warga. Seperti warga di kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Galang. Pada saat kemarau warga harus menempuh jarak sekitar dua kilometer untuk mendapatkan air bersih

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up