alexametrics

Pengamat: Silaturahmi Khofifah ke PWNU Satukan Tulang yang Terpisah

18 Juli 2018, 17:52:20 WIB

JawaPos.com – Langkah politik Khofifah Indar Parawansa yang mengelar silaturahmi dengan jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Rabu, (18/7) banyak menuai pujian. Banyak pihak menyebut, silaturahmi sebagai bentuk kesantunan politik Khofifah.

Gubernur Jawa Timur terpilih itu diketahui silaturahmu kepada Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil ‘Alallah dan Wakil Rais Syuriyah KH Agoes Ali Masyhuri.

Menurut pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Mochtar W Oetomo, silaturahim Khofifah ini menjadi ajang konsolidasi setelah sebelumnya sempat muncul polarisasi dikalangan Nahdliyin. Hal itu disebabkan kontestasi Pilgub Jatim yang vis a vis, antara Khofifah melawan Saifullah Yusuf yang juga salah satu wakil ketua PBNU.

Sebagai kader NU sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah tentu berkeinginan untuk kembai menyatukan NU.

“Tentu saja Khofifah memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk kembali mengumpulkan ‘balung pisah’ yang berserak akibat kontestasi Pilgub itu. Karena, disadari bersama, bagiamanapun soliditas NU jauh lebih penting daripada kemenanangan itu sendiri,” kata Mochtar kepada JawaPos.com, Rabu, (18/7).

Ditambahkan Mochtar, silaturahmi Khofifah ini tentu menjadi langkah politik yang cukup strategis untuk membangun kondusifitas pemerintahan Jawa Timur kedepan. Menurutnya, dukungan dari berbagai kekuatan sosial, kuktural, keagamaan dan politik jelas diperlukan untuk kelangsungan, progresifitas dan akselerasi pemerintahan Khofifah-Emil lima tahun kedepan.

“Sekecil apapun gangguan, jelas itu hal yang tak diharapkan. Maka, langkah konsolidatif terhadap berbagai kekutan yang sebelumnya berseberangan jelas sangat diperlukan. Dalam hal ini Khofifah jelas belajar banyak dari Soekarwo bagaimana bisa merangkul seluruh kekuatan di Jatim,” imbuhnya.

Direktur Surabaya Survey Center (SSC) ini berharap, Khofifah maupun PWNU mampu menjaga kebersamaan ini. Bahkan, Mochtar berharap, cara-cara santun semacam ini bisa terus dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat lainnya.

“Jadi, ke depan bukan hanya dengan NU labgkah konsolidatif ini harus ditempuh oleh Khofifah dengan seluruh kekuatan sosial, kuktural, keagamaan dan politik. ngumpulke balung pisah (mengumpulkan tulang-tulang yang terpisah),” pungkasnya.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (mkd/JPC)

Pengamat: Silaturahmi Khofifah ke PWNU Satukan Tulang yang Terpisah