JawaPos Radar

Penginapan Dadakan Selama Musim Haji

Istirahat Rp 10 Ribu, Menginap Rp 15 Ribu

18/07/2018, 10:04 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Penginapan Pengantar Haji
PENGINAPAN : Sejumlah pengantar tengah beristirahat di salah satu rumah warga yang disewakan untuk penginapan. (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Musim haji memang membawa berkah bagi banyak orang. Selain para pedagang, warga yang tinggal di sekitar asrama haji juga kecipratan rezeki.

Banyak warga yang membuat usaha baru selama musim haji tiba. Mulai dari parkir, toilet, hingga membuka penginapan. Seperti yang terlihat di kawasan Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng).

Usaha dadakan itu dijalankan warga hanya saat musim haji. Salah satu yang paling banyak dicari adalah penginapan. Baik penginapan yang disewakan selama satu malam atau sekadar untuk tempat beristirahat bagi para pengantar jamaah haji.

PKL
PKL: Suminah,35, saat melayani pembeli di sekitaran Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jateng, Selasa (17/7). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Tidak bisa dimungkiri, ribuan pengantar akan ikut datang ke asrama haji setiap kali musim haji. Mereka mengantar sekaligus berwisata ke Kota Solo. Yang paling ramai adalah pengantar dari daerah Pantai Utara atau Pantura. Seperti Rembang, Tegal, Brebes, Pemalang, Batang. Para pengantar dari daerah tersebut biasanya datang dalam jumlah yang sangat banyak.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, mereka juga menyewa bus pariwisata. Setelah selesai mengantarkan saudara atau tetangga yang berangkat haji, mereka tidak langsung kembali ke daerahnya. Melainkan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Nah, saat beristirahat inilah tentunya para pengantar membutuhkan tempat yang nyaman agar bisa melepas lelah selama perjalanan. Untuk tempat beristirahat, para pengantar biasanya mencari rumah atau penginapan milik warga di sekitar Asrama Haji Donohudan.

Salah satu warga yang menyewakan rumahnya adalah Nanik Dwi Astuti, 30. Dia mengaku rutin menyewakan rumah setiap musim haji. Bahkan, Nanik juga menyewakan rumah orang tuanya.

"Kalau rumah saya kapasitasnya kecil. Jadi kalau ada pengantar yang jumlahnya banyak jelas tidak muat. Makanya saya sewakan rumah orang tua juga," terang Nanik kepada JawaPos.com, Rabu (18/7).

Untuk harga sewa, Nanik tidak mematok harga mahal. Satu orang tarifnya hanya Rp 10 ribu untuk sekadar beristirahat. Tetapi kalau ingin menginap harganya Rp 15 ribu.

"Fasilitasnya biasa, ada kipas angin, toilet, itu saja. Kalau satu bus sekitar Rp 600 ribu. Kalau jumlah pengantar yang paling ramai dari Pantura. Kalau selain itu sudah sepi," kata perempuan yang tinggal di Brogo, Donohudan, Boyolali.

Warga lain yang menyewakan rumah yakni Siman, 65. Dia mengatakan, penginapan yang disediakannya memang tidaklah mahal. Siman tidak ingin sekadar mencari keuntungan dan memanfaatkan momen musim haji. Lebih dari itu, dia ingin membantu para pengantar agar bisa beristirahat.

"Kalau saya menyediakan penginapan untuk menolong. Termasuk menyewakan toilet ini juga untuk membantu. Jadi harganya ya murah," ucap Siman.

(apl/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up