alexametrics

Harga Sawit dan Karet Belum Pulih, Kinerja Ekspor Sumbar Anjlok

18 Juli 2018, 07:30:00 WIB

JawaPos.com – Sawit dan karet termasuk dua komiditas ekspor unggulan Sumatera Barat (Sumbar). Namun, hingga kini, harga olahan sawit (CPO) dan karet belum juga pulih di pasar dunia. Kondisi tersebut jelas berimbas pada menurunya kinerja ekspor Sumbar.

Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mengungkapkan, nilai ekspor Sumbar pada Juni 2018 hanya mencapai 108,19 juta USD. Angka tersebut turun sekitar 11,48 persen dibandingkan kinerja ekspor pada Mei 2018. Bahkan, jika dibandingkan dengan 2017, kinerja ekspor Sumbar drastis turun hingga 31,8 persen.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi mengatakan, secara menyeluruh, sejak Januari-Juni 2018, nilai ekspor Sumbar mencapai 773,04 juta USD alias turun sebanyak 33,84 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Ekspor Sumbar sangat bergantung pada karet dan CPO. Jika harga keduanya anjlok, otomatis kinerja ekspor Sumbar juga turun,” kata Sukardi, Selasa (17/7).

Sukardi menerangkan, komuditas sawit atau CPO banyak di eskspor ke India. Namun, saat ini, India membuat kebijakan peningkatan impor dan tentunya berimbas pada laju eskpor Sumbar. Apalagi, stok CPO India juga masih cukup.

Jika dirinci menurut jenis barang, golongan barang untuk ekspor terbanyak adalah lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 66,43 juta USD. Posisi kedua ditempati golongan karet dan barang dari karet sebesar 23,05 juta USD.

“Negara tujuan ekspor utama adalah India, Amerika Serikat, dan Pakistan,” katanya.

Di sisi lain, dari sisi impor di Juni 2018, Sumbar mencatatkan angka 49,7 juta USD. Angka tersebut naik 36,77 persen dibanding Mei 2018. Secara kumulatif, nilai impor Sumbar pada Januari-Juni 2018 sebesar 249,16 juta USD atau 22,28 persen dibanding periode yang sama di 2017.

“Impor terbanyak Sumbar adalah bahan bakar mineral, pupuk, dan golongan garam, belerang, dan kapur. BPS mencatat bahwa Singapura menjadi pemasok utama produk impor Sumbar,” bebernya.

Dari kinerja ekpsor-impor di atas, tercatat bahwa Sumbar masih melanjutkan tradisi surplus pada Juni 2018. Meski angka ekspor anjlok dan impornya naik, namun nilai ekspor Sumbar masih tetap lebih tinggi dibanding impor. Surplus Sumbar tercatat 523,89 juta USD untuk periode Januari-Juni 2018.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (rcc/JPC)

Harga Sawit dan Karet Belum Pulih, Kinerja Ekspor Sumbar Anjlok