JawaPos Radar | Iklan Jitu

M Taufik Sebagai Caleg DPRD DKI

Gerindra Resmi Daftarkan Mantan Napi Korupsi Jadi Caleg

18 Juli 2018, 13:42:56 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Gerindra Resmi Daftarkan Mantan Napi Korupsi Jadi Caleg
M Taufik Wakil Ketua DPRD DKI. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Gerindra telah mendaftarkan seluruh bakal caleg untuk mengisi kursi DPRD DKI Jakarta pada Selasa (17/7) malam. Seluruh berkas persyaratan telah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, dari sejumlah incumbent atau petahana yang didaftarkan, terdapat Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik. Dia mencalonkan diri di tengah polemik PKPU.

"Iya, (Taufik) mendaftarkan diri, boleh kan?" ujar Syarif saat ditemui di kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (17/7) malam.

Polemik yang dimaksud adalah pencalonan Taufik yang terbentur dengan adanya PKPU 20/2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang melarang mantan koruptor untuk mencalonkan diri.

Terkait hal tersebut, demi memperjuangkan hak politiknya, Wakil Ketua DPRD DKI yang pernah tersandung kasus korupsi itu kemudian menggugat ke Mahkamah Agung (MA).

Menurut Syarif, kembalinya Taufik sebagai caleg merupakan bentuk optimisme agar gugatannya dikabulkan. Meski begitu, Gerindra tidak memberikan bantuan hukum dan menyerahkan seluruh proses gugatan kepada Taufik sendiri.

“Itu kan urusan personal, saya sebagai institusi partai menghormati. Dan masyarakat harus menghormati hak hukum, berikan Pak Taufik melakukan perlawanan di meja persidangan karena menurut Pak Taufik hak-haknya dikebiri,” terangnya.

DPP Gerindra dalam hal ini menghormati upaya yang dijalani oleh mantan napi yang pernah divonis selama 1,5 tahun penjara itu. Pasalnya, pada Pemilu lima tahun lalu, Taufik juga berhasil lolos ke kursi DPRD DKI.

“Optimis dong (menang gugatan), kan beliau bilang lima tahun lalu banyak yang 'gangguin', lolos. Sekarang ada yang ganggu, optimis lolos lagi," kata Syarif.

Taufik sendiri, merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Saat itu, dirinya menjabat sebagai Ketua KPU DKI lalu divonis 18 bulan penjara pada 27 April 2004 lalu. Dia dinilai merugikan uang negara sebesar Rp 488 juta dalam kasus korupsi pengadaan barang dan alat peraga Pemilu 2004.

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up