JawaPos Radar

Dikirimi Paket Diduga Bom, Pemilik Rumah: Saya Tak Pernah Pesan Barang

18/07/2018, 21:36 WIB | Editor: Budi Warsito
Dikirimi Paket Diduga Bom, Pemilik Rumah: Saya Tak Pernah Pesan Barang
Tim Jibom mengamankan paket diduga bom dari kediaman warga di Aceh. (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Warga Lamprit, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh, dihebohkan dengan kiriman benda yang diduga bom di sebuah rumah di Jalan Pari, Rabu (18/7) petang. Sontak warga ramai berdatangan ke lokasi.

Berdasarkan infomasi yang dihimpun JawaPos.com di lokasi, peristiwa ini berawal saat Ridwan pemilik rumah menerima paket dari seorang yang tidak ia kenal. Namun, ia merasa janggal saat menerima paket itu. karena, ia merasa tak pernah memesan paket barang apapun.

Usai menerima paket itu, kemudian seseorang menelpon pemilik rumah untuk menerima paket itu. Orang tersebut bahkan menelpon hingga tiga kali. Telepon mengabarkan bahwa paket sudah sampai.

Dikirimi Paket Diduga Bom, Pemilik Rumah: Saya Tak Pernah Pesan Barang
Petugas kepolsian melakukan penyisiran setelah pengiriman paket diduga bom. (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)

"Pertama saya dapat paket kiriman, mana ada saya terima paket. Saya merasa tak pernah pesan barang. Setelah itu ada yang menelpon saya, ia minta uang tebusan kalau tidak barang itu akan diledakkan karena remotnya ada dengan yang menelpon itu," kata Ridwan.

Benda yang diduga bom itu, dimasukkan dalam kardus air mineral yang dibungkus dengan lakban hitam. Tim Jibom dari Polda Aceh yang berada di lokasi langsung melakukan penyisiran dan memeriksa benda yang mencurigakan itu.

Sejumlah personel polisi bersenjata tampak bersiaga dan melakukan sterilisasi. Sempat juga terdengar ledakan dari jarak sekitar 100 meter. Tak berselang lama, polisi mulai keluar. Setelah itu polisi membuka garis polisi yang sempat dipasang. Awak media juga sudah diperbolehkan mendekat.

Tuti yang merupakan tetangga Ridwan mengatakan, dirinya tidak mengetahui persis paket ada yang diduga bom. Mengetahui itu, dirinnya langsung masuk ke dalam rumah apalagi saat polisi datang.

"Saya tahunya sekitar pukul 15.30 WIB. Kami sempat melihat polisi datang ramai. Kami takut dan masuk rumah," katanya.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up