JawaPos Radar | Iklan Jitu

Begini Pengakuan Komplotan Begal Jagakarsa

18 Juli 2018, 05:55:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Begini Pengakuan Komplotan Begal Jagakarsa
Komplotan begal ditangkap polisi. (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Empat orang begal yang ditangkap di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, terbilang teman sepermainan. Biasanya, mereka "mangkal" di sebuah tempat bernama Mablong, Srengseng Sawah.

"Nongkrong di Mablong, Mangga Bolong. Itu nama tempat," kata Juan Felix alias Pelix (JP) salah satu anggota komplotan begal tersebut di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (17/7).

Hasil penjualan motor yang dirampas pada awal Mei lalu ternyata dipakai hanya untuk jajan. Mereka menjualnya di media sosial Facebook dengan harga Rp 1,1 juta.

"Buat jajan rokok pak. Beli minuman," ujarnya saat ditanyak Kapolres Jaksel Kombes Pol Indra Jafar di lokasi.

Sehari-hari, JP sendiri merupakan sopir angkut. Karena penghasilan minim, dia nekat untuk ikut serta melakukan perampasan di jalan. "Sepi (penumpang)," imbuhnya.

Lain halnya dengan JP, Andri Susila (AS) menjadi begal karena ingin menghasilkan uang sendiri. "Biar nggak minta duit. Sebenarnya saya sudah kerja juga di conter HP," kata dia.

Ya tiga pelaku memang memiliki pekerjaan. Selain JP dan AS, Rizki Fahziar (RF) sendiri bekerja di sebuah tempat cuci motor. Sedangkan NF masih berstatus pelajar.

Di sisi lain, Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, komplotan ini bergerak di waktu jalanan sepi. "Dia mainnya Subuh. Dikala masih sepi. Potensi dia bisa rampok, dia rampok," jelasnya.

Pihaknya pun masih melakukan penyelidikan apakah ada pelaku lainnya mengingat mereka sudah menjalankan aksinya sebanyak 10 kali. Yakni dengan cara melakukan pengancaman.

"Mereka sudah rencanakan tinggal mencari target korban yang kira-kira lemah," tambah Indra. 

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up