alexametrics

Ini Alasan Dewan Pers Beri Apresiasi Khusus Kapolres Sampang

18 Juni 2022, 19:25:59 WIB

JawaPos.com- Video viral tentang audiensi jurnalis dengan Kapolres Sampang AKBP Arman di Mapolres Sampang, Jawa Timur, pada Selasa (14/6) lalu mendapat perhatian serius dari Dewan Pers. Pasalanya, dalam cuplikan video itu, Kapolres menyatakan hanya akan melayani insan pers yang tersertifikasi dan perusahaan pers yang sudah terverifikasi di Dewan Pers.

Pernyataan Kapolres Sampang tersebut sempat dipersoalkan beberapa jurnalis. Karena itu, Dewan Pers pun langsung mengadakan diskusi pada Jumat  (17/6) di Jakarta. Hadir dalam diskusi itu antara lain M. Agung Dharmajaya (wakil ketua Dewan Pers), dan Asmono Wikan (anggota dan ketua Komisi Pemberdayaan Organisasi Dewan Pers).

Selain itu, Ninik Rahayu (anggota dan ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Dewan Pers), serta Paulus Tri Agung Kristanto (anggota dan ketua Komisi Pendidikan dan Pengembangan Profesi Dewan Pers). ‘’Dari diskusi itu kami membuahkan beberapa pernyataan untuk menyikapi audiensi pernyataan Kapolres Sampang,’’ ungkap Asmono Wikan.

Dia menyatakan, Dewan Pers mendukung penuh setiap upaya para pejabat publik termasuk TNI/Polri dalam mendorong wartawan dan perusahaan pers semakin profesional. Profesionalisme wartawan dan perusahaan pers dalam hemat Dewan Pers ditandai antara lain oleh sertifikasi bagi wartawan dan verifikasi perusahaan pers yang diselenggarakan oleh Dewan Pers.

Menurut Asmono, pernyataan Kapolres Sampang AKBP Arman di hadapan jajaran Polres dan media di Sampang beberapa waktu lalu, yang meminta agar wartawan harus tersertifikasi dan perusahaan pers sudah lulus verifikasi oleh Dewan Pers, patut diapresiasi.

’’Dewan Pers berharap semakin banyak pejabat publik dan penegak hukum bersikap senada dengan Kapolres Sampang, guna mendorong kian mekarnya profesionalisme wartawan dan perusahaan pers di Indonesia,’’ tambahnya.

Dewan Pers, lanjut Asmono, berharap agar wartawan dan perusahaan pers yang sudah lulus mengikuti sertifikasi dan verifikasi senantiasa bekerja berlandaskan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

‘’Perlu ditegaskan, bahwa Dewan Pers tidak mengakui kegiatan sertifikasi wartawan yang diselenggarakan oleh organisasi lain, di luar yang dilaksanakan oleh Dewan Pers bersama para lembaga uji yang telah ditunjuk,’’ pungkasnya.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads