JawaPos Radar

Nostalgia di SMP, Panglima TNI Ingat dengan Pedagang Kantin Sekolah

18/06/2018, 21:04 WIB | Editor: Budi Warsito
Nostalgia di SMP, Panglima TNI Ingat dengan Pedagang Kantin Sekolah
Hadi Tjahjanto berada di tengah adik kelasnya saat berfoto bersama pada Reuni Akbar SMPN 3 Singosari, Senin (18/6). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sudah 39 tahun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninggalkan almamaternya di SMPN 7 Malang (sekarang menjadi SMPN 3 Singosari. Namun, masih ada hal yang masih dia ingat dengan detail.

Nostalgia orang nomor satu di tubuh TNI ini kembali digali ketika menghadiri Reuni Akbar SMPN 3 Singosari, Senin (18/6). Di hadapan sekitar 2 ribuan alumni, dia bercerita soal ingatannya ketika menginjakkan kaki di sekolah tempatnya menimba ilmu sejak 1976 hingga 1979.

"Ketika saya menginjakkan kaki pertama kali setelah tinggalkan SMP, yang saya ingat adalah nama seseorang," katanya.

Nostalgia di SMP, Panglima TNI Ingat dengan Pedagang Kantin Sekolah
Hadi Tjahjanto (baju merah, tengah) berfoto bersama dengan bapak dan ibu gurunya di sekolah dalam Reuni Akbar SMPN 3 Singosari, Senin (18/6) (Tika Hapsari/JawaPos.com)

Yang dimaksud oleh Hadi adalah Pak Min. Pak Min merupakan salah seorang pedagang yang berjualan di kantin. Pria itu juga merangkap sebagai tukang kebun sekolah.

Dia melanjutkan, siswa SMP adalah remaja dengan kecenderungan suka makan. Bahkan, kadang saat membeli makanan, membeli dua hanya bayar sebiji. Sontak penuturan nostalgia Panglima TNI itu mengundang gelak tawa peserta reuni.

"Kalau beli weci (gorengan dengan nama lain ote-ote atau bakwan sayur), ambil dua tangkup bayar satu. Kalau anak SMP itu yang dipentingkan kan makan," katanya disambut gelak tawa.

Meski begitu, dia selalu mendoakan Pak Min agar mendapatkan ampunan dosa dan kelapangan di alam sana. Sebab, tukang kantin yang dia ingat itu sudah kembali ke penciptanya. Hadi juga berterima kasih kepada para gurunya yang sudah mendidik dirinya hingga mencapai kesuksesan seperti saat ini.

"Terima kasih untuk bapak dan ibu guru yang telah mendidik kami dengan tulus dan ikhlas," katanya.

Salah satu rekan Hadi yang bernama Lina menjelaskan, Hadi adalah sosok yang pandai bergaul dan ramah. Dia juga dikenal sebagai sosok yang pandai. "Orangnya pintar sekali, blater (ramah) sampai sekarang. Guyub juga," katanya.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up