alexametrics

Muhammadiyah Minta Kontestan Pemilu Tak Membuat Pernyataan Spekulatif

18 April 2019, 15:28:31 WIB

JawaPos.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau kepada para kontestan pemilihan presiden-wakil presiden, legislatif, tim sukses dan pendukungnya tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif usai pemilu. Hasil penghitungan suara secara internal maupun eksternal supaya tak dijadikan rujukan kemenangan.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto dalam pernyataan sikap yang dibacakan di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Kota Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kamis (18/4).

“Hasil penghitungan internal maupun di luar supaya tidak dijadikan rujukan kemenangan. Karena patokan resmi mengenai hasil Pemilu sepenuhnya kewenangan KPU,” katanya.

Muhammadiyah juga meminta agar semua pihak menghormati pilihan rakyat dan menerima hasil-hasil yang secara resmi nantinya diumumkan KPU. Dengan jiwa besar, ksatria, lapang hati dan bijaksana. “Apabila terdapat persengketaan Pemilu supaya diselesaikan secara hukum yang dijamin secara konstitusi,” katanya.

Usai pemungutan suara yang digelar pada Rabu (17/4) lalu, semua pihak juga diminta cooling down yang ditunjukkan dengan sikap menahan diri, menjaga ketenangan, dan bersabar menunggu hasilnya. Masyarakat juga supaya tidak terlalu terpengaruh terhadap hasil hitungan cepat, exit poll, dan lainnya.

“Hasil-hasil survei merupakan sajian hitungan atau data yang patut dihormati. Tetapi sama sekali tidak mempengaruhi dan menentukan hasil pemilu,” katanya.

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menambahkan, Muhammadiyah berharap semua pihak agar bersabar dan menanti hasil resmi dari KPU. “Kami percaya seluruh elite, bangsa dan warga bangsa dapat menciptakan suasana damai, tentu semua dapat mengawal proses penghitungan,” katanya.

Ia juga meyakini KPU akan mengumumkan hasilnya dan mempercayai kinerja KPU yang profesional, jujur, adil, transparan independen. “Kami berharap semua pihak tidak melakukan tekanan dan pernyataan yang membuat KPU bekerja tidak sebagaimana mestinya. Cukup 1 tahun kita melakukan partisipasi politik yang cukup bagus tapi ke depan juga harus tetap kerja produktif,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Close Ads