alexametrics

Dinas PUPR Riau Gandeng Masyarakat Jaga Jembatan Siak IV

18 April 2019, 19:20:04 WIB

JawaPos.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau terus waspada pasca kejadian hilangnya  penangkal petir dan baut yang menopang Jembatan Siak IV atau Marhum Bukit beberapa waktu lalu. Untuk mengatisipasu agar hal serupa tidak terjadi lagi. Dinas PUPR melakukan patroli menggandeng serta masyarakat setempat untuk menjaganya.

”Agar kehilangan komponen itu tidak terjadi lagi. Maka kerjasama dengan masyarakat setempat ini bertujuan agar jembatan sama-sama kita jaga,” kata Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto, Kamis (18/4).

Dinas PUPR, sudah bertemu dengan tokoh masyarakat maupun masyarakat sekitar Jembatan Siak IV yang menghubungkan pusat Kota Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman dengan Kecamatan Rumbai. Dari hasil pertemuan, masyarakat di sana menyambut baik ajakan dari pemerintah ini.

Selain itu, masyarakat juga bersedia menangkap apabila melihat pencuri komponen jembatan Marhum Bukit. ”Masyarakat sudah menyatakan, bersedia menangkap langsung oknum masyarakat yang tega mengambil baut tersebut,” sebutnya.

Dalam pertemuan itu juga disampaikan bahwa, hilangnya komponen penting dalam jembatan berdampak cukup fatal untuk keberlangsungan jembatan kedepannya. ”Akibatnya dapat mengurangi daya dukung dan kekuatan jembatan berkurang,” kata dia.

Terlebih lagi, apabila jembatan yang baru saja diresmikan akhir Maret 2019 lalu ini dilalui oleh kendaraan berat. Hal itu akan berbahaya tentunya. ”Sewaktu-waktu, jembatan itu akan dilewati orang banyak dan tidak menutup kemungkinan bisa digunakan kendaraan berat, seperti pengiriman alat berat untuk perbaikan jalan dan lainnya,” bebernya.

Sebenarnya, hilangnya baut dan penangkal petir di jembatan itu membuat semua pihak heran. Sebab, saat jembatan itu sempat terbengkalai tak ada komponen yang hilang. ”Tapi setelah jembatan tersambung, banyak yang hilang dicuri,” ungkapnya kesal.

Kasus ini, ungkap Dadang sudah dilaporkan kepada pihak Kepolisian. Sehingga bisa ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Virda Elisya