JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pria yang Bawa Mobil Terjun Bebas ke Kolam Diminta Perbaiki Kerusakan

18 April 2018, 09:15:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Pria yang Bawa Mobil Terjun Bebas ke Kolam Diminta Perbaiki Kerusakan
EVAKUASI. Petugas mengevakuasi mobil yang tercebur ke kolam Tugu Bambu Runcing Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Jumat pagi (6/4). (Warga for Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup))
Share this

JawaPos.com – Hampir dua pekan berlalu, ternyata urusan mobil Honda Jazz KB 1068 SN yang terjun bebas ke kolam air mancur Tugu Digulis, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), belum rampung. Insiden mobil nyemplung ke kolam yang terjadi pada Jumat (6/4) dini hari itu rupanya mengakibatkan kerusakan yang cukup parah pada infrastruktur jaringan air mancur tersebut.

Kabid Pertamanan dan Pengembangan Manajemen Sistem Persampahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pontianak Iskandar Z menuturkan, kerugian belum dapat ditaksir. Saat ini angka kerugian masih menunggu proses perhitungan yang dilakukan oleh pihak konsultan.

“Karena harus betul-betul kredibel terhitung dengan benar, mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tuturnya dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Rabu (18/4).

Mobil tersebut dikendarai Candra Risky alias Vero, 34, warga Jalan Gusti Situt Mahmud, Kecamatan Pontianak Utara, yang pada saat kejadian, diduga sedang dalam pengaruh alkohol.

“Semoga pihak pengendara mobil bisa bertanggung jawab untuk mengganti. Kalau tidak diganti, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian bagaimana tindak lanjutnya,” terang Iskandar.

Untuk sementara, pihaknya sudah memasang tulisan bahwa kolam air mancur dalam perbaikan. Pihaknya juga telah melakukan pengajuan dana untuk perbaikan infrastruktur yang telah memperindah Pontianak tersebut.

Iskandar menambahkan, pihaknya berlomba dengan waktu. Air mancur itu tidak boleh lama dibiarkan terbuka dan kosong. Sebab dikhawatirkan terjadi penguapan atau resapan yang dapat mengakibatkan struktur makin rusak.

“Tidak boleh terlalu lama terkena panas, jaringan lampu yang dibuat terendam di dalam air,” jelasnya.

Menurutnya, perbaikan air mancur itu butuh waktu dan biaya. Puluhan pipa nozzle dan dua turbin rusak. Belum lagi jaringan pipa yang melingkar.

“Itu kan banyak lingkaran yang oval, satu lingkaran itu yang rusak, kerusakannya parah karena tidak bisa dilas lagi, tapi harus diganti dalam satu kesatuan dan harus ditangani dengan serius,” sebut Iskandar.

Dinas PUPR Pontianak selaku pengelola air mancur Digulis pun meminta maaf kepada masyarakat atas kurang cepatnya proses perbaikan. “Karena milik publik, kami tidak sembarangan bisa menentukan berapa, jadi ada hitungan yang riil,” ujarnya.

(jpg/ce1/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up