alexametrics
#Save Anin Afif

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Anin Ajukan Banding

18 April 2018, 16:24:28 WIB

JawaPos.com – Kuasa Hukum orang tua dari Anindya Pusipta Helga (Anin), siswa SMAN 1 Semarang yang dikeluarkan atas tuduhan melakukan kekerasan, mengajukan banding atas putusan hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Banding diajukan atas ditolaknya gugatan yang dilayangkan kepada Kepala SMAN 1 Semarang.

Koordinator kuasa hukum orang tua Anin, Listyani mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih belum bisa memberikan memori banding dan hanya sebatas menyatakan saja. Pasalnya tim masih menunggu berkas putusan dari majelis hakim.

“Kita baru menyatakan banding karena jangka waktunya 14 hari sejak diputuskan. Kalau telat menyatakan banding, kita dianggap menerima putusan tersebut,” ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (18/4).

Sebelumnya, Hakim PTUN Semarang pada sidang putusan Kamis (5/4) lalu menolak gugatan yang diajukan oleh orang tua Anin, Suwondo. Ditolaknya gugatan dikarenakan beberapa alasan, seperti bukti dan keterangan dari saksi tergugat, adalah benar.

Atas putusan itu, tim kuasa hukum dari orang tua Anin, menyatakan akan pikir-pikir. Dan mempertimbangkan untuk mengajukan banding sejak saat itu, mengingat ditemukan adanya beberapa poin yang dirasa janggal. Seperti poin hukuman diberikan kepada Anin secara akumulatif dan fakta bahwa siwa yang bersangkutan adalah murid berprestasi.

“Detailnya setelah kita terima putusan ya. Saking banyaknya janggalnya soalnya,” tegas Listyani.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari dikeluarkannya dua siswa kelas XII SMAN 1 Semarang menjelang UN, dimana Anin adalah salah satunya. Hal itu dilakukan pihak sekolah dengan alasan keduanya melakukan kekerasaan pada saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) November lalu.

Gugatan kepada pihak Kepala Sekolah SMAN 1 Semarang pun kemudian didaftarkan ke PTUN, Rabu (7/3) lalu usai somasi untuk mencabut keputusan mengeluarkan AN dari tempatnya ia belajar sebelumnya tidak diindahkan.

Dijelaskan dalam keterangan resmi pihak kuasa hukum orang tua Anin, somasi dilayangkan lantaran keputusan pengeluaran Anin dari sekolahnya tidak sesuai prosedur. Selain itu juga dinilai telah melanggar pasal tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini:

Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Anin Ajukan Banding