alexametrics

Pendidikan Jadi Perhatian Gubernur Kalteng

18 Maret 2019, 16:25:22 WIB

JawaPos.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam 5 provinsi terbaik dalam kategori rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Penilaian itu berdasarkan pada penilaian Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) terhadap 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Atas prestasi ini Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengaku tidak lantas tinggi hati. Menurut dia, Kalteng harus lebih bersaing lagi dengan daerah lain agar bisa setara dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Adapun penilaian terhadap Kalteng yang masuk dalam 5 provinsi terbaik pada RPJMD yakni berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Indikatornya sumber daya manusianya (SDM). Hal tersebut menjadi perhatian bagi gubernur dan mendasari untuk meningkatkan pembangunan pada dunia pendikan Kalteng.

“Kami masih kalah dengan Pulau Jawa. Karena IPM berkaitan dengan SDM kami belum bisa menyentuh seperti DKI Jakarta. Saat ini IPM DKI Jakarta mencapai 7,18 persen,” ucap Sugianto Sabran di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Kumai, Minggu (17/3).

Sugianto menjelaskan, salah satu yang menyebabkan masih rendahnya SDM di Kalteng, karena masih banyak remaja yang tak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus SLTA.

“Di Kalteng hampir 40 persen remaja yang tamatan SMA tidak mau lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” bebernya.

Gubernur berharap, ke depannya anak-anak yang mampu maupun tak mampu bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, SDM Kalteng akan memiliki kemampuan dan daya saing.

“Sejauh ini memang pemprov belum bisa membantu secara maksimal. Namun, paling tidak kami sudah ada upaya untuk ke arah sana, membantu agar anak-anak kami bisa melanjutkan sekolah ke tingkat perguruan tinggi,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, sebelumnya pemprov mengumpulkan kepala sekolah tingkat SLTA se-Kalteng, terkait permintaan untuk mengupayakan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) daerah, di luar dari dana BOS pusat.

“Kami pun mempertimbangkan permintaan tersebut. Karena setelah dikaji, sebenarnya daerah masih bisa menyiapkan anggaran tersebut, dengan catatan diperuntukkan hanya bagi siswa tak mampu. Berbeda dengan dana BOS pusat, yang dihitung berdasarkan jumlah pelajar di sekolah secara keseluruhan,” pungkasnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ARM



Close Ads
Pendidikan Jadi Perhatian Gubernur Kalteng