alexametrics

Menangkan Jokowi, PDIP Solo: Ngapain Kampanye Terbuka?

18 Maret 2019, 10:22:20 WIB

JawaPos.com – Kampanye terbuka dinilai kurang efektif untuk memenangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Konsolidasi dianggap jauh lebih efektif untuk memenangkan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 01.

Dengan pertimbangan tersebut, DPC PDIP Solo tidak akan menggunakan kesempatan kampanye terbuka yang disediakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Setiap malam kami sudah melakukan konsolidasi, dan itu lebih efektif. Ngapain kampanye terbuka?” ucap Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Senin (18/3).

Menurut Rudy, kampanye terbuka justru akan memunculkan respons negatif dari masyarakat. Pasalnya, kampanye terbuka justru berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Di samping itu, suara bising kendaraan juga akan banyak dikeluhkan.

Maka dari itu, Rudy tidak tertarik untuk menggelar kampanye terbuka yang sudah dijadwalkan mulai 24 Maret sampai 13 April 2019. “Pasti nanti bising dan mengganggu lalu lintas. Jadi kami menghindarinya,” imbuh Rudy.

Meski begitu, pria yang juga menjabat sebagai wali kota Solo itu mempersilakan kepada pihak lain yang ingin menyelenggarakan kampanye terbuka.

Terpisah, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin, Her Suprabu menyampaikan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah akan menggelar kampanye terbuka atau tidak. TKD masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kami masih menunggu SK dulu. Kami juga belum melakukan koordinasi dengan partai pendukung maupun pengusung,” ucap Her Suprabu.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Ari Purnomo

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Menangkan Jokowi, PDIP Solo: Ngapain Kampanye Terbuka?