alexametrics

KemenkumHAM Minta Masyarakat Ikut Awasi WNA

18 Maret 2019, 20:35:40 WIB

JawaPos.com – Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) meminta seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi keberadaan warga negara asing (WNA). Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang melibatkan WNA tersebut. KemenkumHAM Jateng mencatat, sedikitnya ada 423 WNA yang sudah mengantongi izin tinggal tetap di Jateng. 

“Ini yang kita harapkan, karena itu kita tidak ingin keberadaan dan kegiatan mereka (WNA) berdampak negatif. Tujuan kegiatan ini dalam rangka melakukan pengawasan orang asing, karena mengapa tugas pengawasan orang asing ini bukan hanya tugas imigrasi, tapi tugas semua,” terang Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Wilayah Jateng, Ramli HS kepada JawaPos.com, Senin (18/3). 

Termasuk, lanjut Ramli, media. Menurutnya, media bisa menyampaikan adanya informasi mengenai keberadaan orang asing atau WNA yang mengindikasikan adanya kegiatan yang melanggar. Atau kegiatan yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat sekitar. “Oleh karena itu jangan sampai nanti berimplikasi negatif, maka kita harus melakukan tindakan preventif,” imbuhnya. 

Sedangkan untuk tim pengawasan orang asing (Pora) yang sudah dibentuk oleh KemenkumHAM sendiri tidak hanya melibatkan dari pihak kantor Imigrasi saja. Tetapi, juga melibatkan berbagai unsur terkait. Diantaranya dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, BIN, kejaksaan dan juga unsur yang lainnya. Seluruh unsur yang tergabung ini bersinergi dan berkolaborasi untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama.  

Meskipun terdiri dari berbagai unsur, Ramli mengatakan, untuk penindakan menyesuaikan dengan Tupoksi masing-masing. Misalkan terjadi pelanggaran yang menyangkut keimigrasian, maka penanganan menjadi kewenangan dari Imigrasi.

“Kalau melanggar tindak pidana, ditangani oleh kepolisian. Sedangkan untuk substansi yang dilanggar berkaitan dengan kepegawaian maka yang menangani adalah dari dinas tenaga kerja terkait. Sehingga tidak saling mencampuri substansi masing-masing,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ari Purnomo

Copy Editor :

KemenkumHAM Minta Masyarakat Ikut Awasi WNA