alexametrics

Ekspor Pertanian Sulsel Ditargetkan Terbesar di Indonesia

18 Maret 2019, 20:00:37 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan untuk menjadi pengekspor komoditas pertanian terbesar di Indonesia. “Saya ingin menjadikan Sulsel ini provinsi yang menghasilkan produk ekspor ke luar negeri yang besar. Terutama untuk produk pertanian,” kata Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dalam rapat kerja dan konsultasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel di Makassar, Senin (18/3).

Tahap awal, Nurdin mengajak para pengusaha untuk bersama-sama mengkaji berbagai potensi yang dapat mengangkat perekonomian daerah. Terutama di bidang pertanian. Mengingat Sulsel digadang-gadang sebagai daerah yang menjadi pintu gerbang investasi di kawasan Timur Indonesia.

“Jangan pengusaha yang mengemis sama pemerintah. Tapi pemerintah harus hadir untuk menyediakan itu. Sekarang kami akan berkolaborasi. Baik dunia usaha, pendidikan, maupun pemerintahan,” ungkap mantan Bupati Kabupaten Bantaeng dua periode ini.

Pemprov Sulsel berkomitmen mendukung pengembangan ekspor produk. Misalnya dalam dua bulan terakhir, Pemprov Sulsel bersama Kementerian Pertanian (Kementan) telah dua kali mengirim hasil pertanian ke luar negeri.

Sejak awal menjabat, Nurdin bersama Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga telah menunjukkan kepedulian terhadap dunia usaha. Salah satu dengan memudahkan berbagai perizinan. “Sebaliknya, pemerintah provinsi membuka komunikasi agar pelaku dunia usaha memberikan masukan yang mendukung iklim ramah investasi,” jelasnya.

Merujuk catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Sulsel melepas ekspor senilai USD 64,13 juta pada Januari 2019. Komoditasnya didominasi nikel yang mencapai 59,26 persen. Kemudian disusul biji-bijian berminyak dan tanaman obat senilai 9.49 persen; garam, belerang, dan kapur mencapai 8,02 persen; kakao 4,80 persen; lain-lain.

Berdasarkan negara tujuan, nilai ekspor Sulsel terbesar untuk Jepang. Yakni, mencapai 61 persen. Disusul Tiongkok 19,71 persen, Korea Selatan 3,37 persen, Malaysia 3,10 persen, dan lain-lain.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menambahkan, Kementan melalui Badan Karantina siap mendampingi masyarakat Sulsel melalui program AgroGemilang. “Program ini membina masyarakat menjadi eksportir, produsen produk pertanian, serta bimbingan untuk memenuhi persyaratan teknis negara tujuan,” imbuhnya.

Pada 2018, tercatat 3.2016 kali penerbitan sertifikat kesehatan untuk kepentingan ekspor produk pertanian. Jumlah itu memuat ekspor produk senilai 412.924 ton. Memasuki trimester pertama 2019, frekuensi ekspor telah mencapai 474 kali dengan nilai 138.737 ton.

Nilainya sudah mencapai 30 persen dari total volume ekspor sepanjang 2018. Pada Maret, ekspor terdiri dari produk buah pisang, manggis, markisa, kacang mede, kakao, vanili, lada, cengkeh, dan lainnya. “Sangat berpotensi untuk bisa menargetkan peningkatan 200 persen,” tutur Ali.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Copy Editor :

Ekspor Pertanian Sulsel Ditargetkan Terbesar di Indonesia