alexametrics

Diterjang Longsor, BMKG Sebut Drainase Makam Raja Imogiri Harus Tepat

18 Maret 2019, 18:30:32 WIB

JawaPos.com – Kompleks Makam Raja Imogiri di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) disarankan membangun sistem pengurangan risiko bencana. Karena kondisinya yang terletak di perbukitan yang memang sewaktu-waktu bisa longsor.

“Rekayasa itu bisa, dengan didesain lebih tepat. Saluran drainase yang bisa menguras air yang meresap ke lereng,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat ditemui di Kompleks Makam Raja Imogiri, Senin (18/3).

Dengan drainase tepat maka air hujan yang turun tak akan meresap ke dalam lereng. Maka tanah di lereng itu tak akan terdorong menjadi longsor. “Selain itu juga dilakukan perindangan,” katanya.

Banjir Jogja
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati sewaktu menyambangi lokasi longsoran, Senin (18/3). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)

Selain masalah drainase dan perindangan, diperlukan juga peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Ketika ada potensi hujan dengan intensitas tinggi, maka warga pun diharap untuk mencari tempat yang aman.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan DIJ, Aris Eka Nugraha menambahkan, pihaknya baru akan koordinasi dengan instansi terkait lainnya setelah longsor yang terjadi di kompleks Makam Raja Imogiri ini.

“Kami koordinasikan dulu, dengan Dinas PU (Pekerjaan Umum) juga BPBD. Nanti ditunggu tindaklanjutnya seperti apa,” katanya, usai melihat kondisi makam.

Pembangunan kompleks Makam Raja Imogiri sebelumnya memakai dana keistimewaan (Danais). Namun apakah perbaikan ini juga menggunakan sumber dana yang sama, ia belum bisa memastikannya. “Kalau memakai danais butuh revisi dan sebagainya. Kalau penanganan ini kan butuh cepat,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat



Close Ads
Diterjang Longsor, BMKG Sebut Drainase Makam Raja Imogiri Harus Tepat