alexametrics

Di Jateng, Jumlah Saksi Jokowi Tak Sampai Separuh Saksi Prabowo

18 Maret 2019, 16:45:36 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mengumumkan jumlah saksi Pilpres 2019 yang diserahkan perwakilan kubu 01 dan 02 di wilayahnya. Kubu Prabowo-Sandi diketahui menyerahkan saksi jauh lebih banyak dari pihak petahana.

Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun, mengatakan untuk saksi TPS dari parpol pada Pilpres 2019, pendukung Prabowo-Sandi, menyerahkan 14.608 orang. Sementara dari pihak Jokowi-Ma’ruf, tidak sampai separuhnya, cuma 2.417 orang.

“Para saksi ini selanjutnya akan kita latih. Pelatihan untuk saksi parpol dari Bawaslu akan digelar di tingkat kecamatan hingga 10 April nanti,” jelas Anik, Senin (18/3).

Sementara Anik menambahkan, untuk saksi pada Pileg 2019 nanti, dari total 16 yang berpartisipasi telah terkumpul kurang lebih 276.310 orang. Dari belasan parpol itu, Partai Gerindra menyerahkan saksi terbanyak dengan jumlah 51.895 orang.

Kemudian, PPP mengekor di urutan kedua. Partai berlambang Kakbah itu menyerahkan 45.904 saksi, disusul PAN dengan 32.271 orang. “Sementara tiga urutan terbawah atau yang paling sedikit menyerahkan saksi adalah PKPI, PSI, dan Partai Demokrat,” sambung Anik.

Tapi, bagaimanapun dilihat dari jumlah keseluruhan saksi baik untuk Pileg dan Pilpres, angkanya, menurut Anik, masih sangat jauh dari target. Karena idealnya jumlah saksi parpol di TPS sebanyak 2.077.038 orang untuk Pilpres dan 1.864.256 orang untuk Pileg.

Ini mengacu dari banyaknya TPS yang tersebar di Jateng pada Pemilu 2019, yakni 115.391 TPS. “Penyerahan data saksi parpol itu sebenarnya kita tutup pada tanggal 5 Maret. Tapi saat itu jumlahnya sangat sedikit, sekitar 10 persen (dari jumlah ideal),” sebutnya.

Anik menyebutkam idealnya tiap parpol menyerahkan satu saksi untuk tiap TPS. Jika jumlah TPS di Jateng mencapai 115.319 TPS, maka jumlah saksi dari parpol yang diperoleh harusnya mencapai 1.864.256 orang. Ini sesuai dengan aturan UU No.7 tahun 2017. 

Namun apa daya, bahkan setelah masa penyerahan data saksi diperpanjang sampai 15 Maret 2019, jumlah itu tetap tidak terpenuhi. “Tapi itu kan hak parpol, bukan wajib. Jadi kita tidak bisa memaksa. Kita sudah lakukan sosialisasi dan informasi. Kalau semangat mereka rendah untuk mewujudkan transparansi melalui pengawasan ya kita kembalikan ke publik. Biar masyarakat yang menilai,” pungkasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Di Jateng, Jumlah Saksi Jokowi Tak Sampai Separuh Saksi Prabowo