alexametrics

Banjir Jogja, 2 Orang Meninggal dan 5.000 Orang Lebih Mengungsi

18 Maret 2019, 06:52:38 WIB

JawaPos.com – Setidaknya 2 orang meninggal dunia akibat banjir yang menerjang wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) pada Minggu (17/3) malam. Selain itu ada lebih dari 5 ribu orang mengungsi ke tempat yang aman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, DIJ, Dwi Daryanto mengatakan, pendataan korban terdampak saat ini masih terus dilakukan. “Ada 2 yang meninggal dunia, 1 karena banjir dan lainnya longsor,” katanya, Senin (18/3) pagi.

Hujan deras yang mengguyur wilayahnya kemarin, imbuhnya sempat merendam 26 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Kemudian untuk longsor terjadi di 9 desa yang berada di 7 kecamatan.

Banjir Jogja
Hingga Senin (18/3) dini hari terdapat 17 titik evakuasi dan terdata pengungsi sebanyak 4.427 jiwa. Di Sleman dan Kota Jogjakarta lebih banyak pohon tumbang. (Istimewa)

Hingga Senin (18/3) dini hari terdapat 17 titik evakuasi dan terdata pengungsi sebanyak 4.427 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Kulon Progo, genangan air dialami di 5 kecamatan, yakni Panjatan, Wates, Sentolo, dan Temon.

Untuk longsor di Kecamatan Kokap dan Girimulyo. Tempat pengungsian di Kabupaten Kulon Progo tersebar di 6 titik, salah satunya di Stadion Cangkring.

Data dari BPBD DIJ menyebut, untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul wilayah yang terdampak yakni di Kecamatan Wonosari, Purwosari, Semanu, Panggang, Tepus, Playen. Kemudian di Tanjungsari, Gedangsari, Karangmojo dan Patuk. Total sebanyak 39 orang sempat mengungsi di rumah saudaranya.

Sementara untuk wilayah Kabupaten Sleman dan juga Kota Jogjakarta lebih banyak pohon tumbang. Hampir tak ada warga yang mengungsi ke rumah saudaranya.

Terpisah, Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Jogjakarta, Reni Kraningtyas menambahkan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar tetap mewaspadai banjir dan longsor selama beberapa hari ke depan. Sebab kondisi atmosfer mengalami peningkatan dengan ditandai terdeteksinya aliran udara basah dari Asia menuju wilayah Jawa.

“Juga adanya Tropical Cyclone Savannah di Samudera Hindia yang berdampak pada terbentuknya palung tekanan udara rendah,” katanya, dalam siaran persnya.

Faktor hangatnya suhu permukaan laut di Samudera Hindia disinyalir ikut menyumbang tersedianya uap air yang melimpah bagi pembentukan awan hujan di wilayah Jawa. Kondisi tersebut diprakirakan menyebabkan udara hangat lembab serta labil sehingga berpotensi mengakibatkan hujan.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Banjir Jogja, 2 Orang Meninggal dan 5.000 Orang Lebih Mengungsi