alexametrics

Banjir Bandang di Jayapura: 66 Tewas, 4.226 Orang Mengungsi

Dipicu Kerusakan Ekosistem
18 Maret 2019, 12:05:33 WIB

JawaPos.com – Banjir bandang melumpuhkan sebagian wilayah Kabupaten Jayapura kemarin (17/3). Jalanan tertutup lumpur dan material yang terbawa air bah. Yang paling parah terjadi Distrik (Kecamatan) Sentani.

Berdasar data yang diterima Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) dari posko induk banjir bandang Jayapura, hingga pukul 20.00 WIT tadi malam, korban meninggal akibat banjir mencapai 66 orang. Sebanyak 105 orang mengalami luka. Mereka terdiri atas 75 orang luka berat dan 30 orang luka ringan. Tidak kurang 4.226 orang dilaporkan mengungsi.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura Doddy Sambodo Samiyana menuturkan, para pengungsi tersebut tersebar di beberapa titik di Kabupaten Jayapura. Sebanyak 1.250 orang di posko induk gunung merah, 300 orang di SIL, 400 orang di HIS, 600 orang di Bintang Timur, 1.450 orang di Gajah Mada, 153 orang di Doyo, 50 orang di Asrama Himls, dan 23 orang di panti jompo.

Banjir Bandang di Jayapura: 66 Tewas, 4.226 Orang Mengungsi
Helikopter bertuliskan BNPB terkena dampak banjir bandang di Jayapura, Papua. (Robert-MboikCepos)

Dia menambahkan, ratusan rumah terendam banjir dan rusak. Begitu pula dengan fasilitas publik seperti sekolah dan pasar serta fasilitas keagamaan seperti gereja dan masjid. Puluhan kendaraan rusak. Bahkan, ada pesawat yang terseret banjir.

Penyebab Banjir

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, rusaknya ekosistem Pegunungan Cycloop menjadi penyebab musibah banjir di Jayapura tersebut. Ditambah dengan curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu malam (16/3).

Sutopo menjelaskan, hujan lebat mengguyur daerah Pegunungan Cycloop dan Kecamatan Sentani pada Sabtu sejak pukul 17.00 hingga 00.00. Puncaknya terjadi mulai pukul 19.00 selama sejam dengan curah hujan mencapai 52 mm per jam. Kemudian, pukul 22.00 hingga 00.00 curah hujan kembali tinggi dengan 42,5 mm per jam. “Hingga secara keseluruhan total curah hujan 235,1 mm per jam. Ini sangat ekstrem,” paparnya.

Ketika curah hujan di gunung tinggi, palung di sungai yang mengalirkan air tidak mampu menampung. Akibatnya, air meluap. Lalu, mengalir serta mengikis lapisan-lapisan tanah hingga pohon yang dilewati. Material seperti bebatuan dan bongkahan kayu serta lumpur terbawa air hingga ke daerah permukiman yang berada di bagian selatan gunung.

Pria asal Boyolali, Jawa Tengah, itu mengungkapkan bahwa lingkungan Pegunungan Cycloop sudah rusak. Banyak daerah yang gundul akibat penebangan pohon dan pembukaan lahan untuk perkebunan maupun permukiman. Longsor yang terjadi kemudian menyumbat aliran air di hulu. “Nah, saat hujan ekstrem seperti itu, sumbatan pecah karena hantaman debit air yang banyak tadi,” jelas Sutopo.

Bapak dua anak tersebut menjelaskan, saat ini kondisi di Jayapura berangsur pulih. Air mulai surut meski lumpur menutupi jalan. “Jumlah korban mungkin bertambah mengingat ada daerah yang belum terjangkau upaya evakuasi,” katanya.

Berdasar catatan yang diterima, ada tiga wilayah terdampak paling parah. Yakni, Kelurahan Dobonsolo dan Hinekombe di Distrik Sentani serta Doyo Baru, Distrik Waibu, dengan 350 rumah rusak berat diterjang banjir.

Bantuan TNI-Polri

Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan personel TNI dan Polri. Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa jumlah korban meninggal mencapai 70 orang.

Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polri dan pemerintah daerah sudah membangun posko pengungsian. Ada beberapa tempat yang dijadikan lokasi pengungsian. “Dapur umum sudah dibangun dengan kemampuan produksi seribu sampai 5 ribu bungkus,” kata Aidi.

Aidi mengungkapkan, Kodam XVII/Cenderawasih mengerahkan alat berat yang terdiri atas satu unit buldoser, grader, alat penjernih air, serta kendaraan angkut. Khusus evakuasi korban, jumlah personel yang dikerahkan tidak kurang dari enam satuan setingkat kompi (SSK).

Untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, juga dibangun rumah sakit lapangan dengan 40 tenaga medis, termasuk dokter. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bet/han/syn/idr/c10/fal)

Copy Editor :

Banjir Bandang di Jayapura: 66 Tewas, 4.226 Orang Mengungsi