JawaPos Radar

Menurut Khofifah, KH Hasyim Muzadi Punya Pemikiran Out Of The Box

Haul ke-1 KH Hasyim Muzadi di Ponpes Al Hikam

18/03/2018, 15:54 WIB | Editor: Soejatmiko
Menurut Khofifah, KH Hasyim Muzadi Punya Pemikiran Out Of The Box
Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Peringatan Haul Ke-1 KH A Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Minggu (18/3). (fisca tanjung/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com -- Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa melihat sosok KH Hasyim Muzadi sebagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang memiliki pemahaman yang dalam dan luas mengenai NU. Bahkan menurutnya, beliau memiliki pemikiran out of the box.

Khofifah mengatakan, dia merasa baru Hasyim Muzadi lah yang meniti pelayanan sebagai pejuang NU mulai dari ranting, anak cabang, cabang, wilayah, sampai pengurus besar. "Beliau juga aktif di GP Ansor  dan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), sehingga pemahaman tentang apa itu NU dan bagaimana format pergerakan NU rasanya tidak mudah mencari figur, tokoh, pejuang NU sedalam dan seluas beliau," ujarnya pada saat menghadiri Peringatan Haul Ke-1 KH A Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang, Minggu (18/3).

Dia mengatakan, pemahaman dan kedalaman ilmu yang dimiliki Hasyim Muzadi untuk menggerakkan Jam'iyah Diniyyah Ijtimaiyah tersebut harus dijadikan referensi keteladanan bagi seluruh aktifis NU. "Ya NU nya, Muslimatnya, Ansor nya, dan semuanya. Karena beliau memulai dari lini yang paling bawah, tidak ujug-ujug di pengurus wilayah," kata dia.

Bahkan, Khofifah juga sangat sering melihat beliau berfikir out of the box, artinya melampaui dari skala berfikir wilayah maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat itu. "Beliau membangun komunikasi dan interaksi yang luar biasa. Bahkan ada konflik di Libanon Selatan dipanggil untuk menyelesaikan. Jadi sosok pendamai antar umat beragama," terangnya.

Menurutnya, Hasyim Muzadi mampu menjadi referensi bagaimana membangun hidup harmonis, hidup beragama, serta menjadi instrumen pion Islam rahmatan lil alamin. "Referensi Hadirnya Islam adalah sebagai juru damai, bagian dari penyemai kasih," kata dia.

Khofifah pun menyampaikan, NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang selalu menanamkan, mensosialisasikan, dan kadernya diharapkan bisa menginternalisasikan nilai-nilai moderasi dan keseimbangan. "Serta mengajak siapapun tidak terbawa radikalisme. Harus bangun keseimbangan antara kanan dan kiri," ujarnya.

Khofifah juga menceritakan, satu minggu sebelum wafatnya Hasyim Muzadi, dirinya mendapat pesan dari almarhum agar tidak melupakan oyot (akar), yakni NU itu sendiri. "Akarnya, membangun demokrasi, toleransi, keseimbangan. Kalau bisa membangun itu semua, maka persatuan akan terjaga," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up