alexametrics

Pasar Modal Harus Didorong Tumbuh

18 Februari 2019, 02:43:46 WIB

JawaPos.com – Bila pemilu 2019 berjalan lancar, pasar modal dinilai akan semakin agresif karena investasi diyakini banyak masuk ke Indonesia. Pasar modal harus lebih agresif sebab banyak IPO dan direct investment ke Indonesia.

Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, banyak hal mempengaruhi perekonomian Indonesia antara lain faktor eksternal seperti trade war yang kini telah usai. Setelah Tiongkok akhirnya menyerah dan bersedia untuk impor dari AS senilai USD 1 triliun hingga 2024.

Namun, ujar Hary, faktor utama yang paling mempengaruhi adalah hasil pemilu 2019. Saat ini banyak investor yang menahan diri menunggu pemilu usai. Namun ia yakin investasi yang tertunda akan masuk ke Indonesia pascapemilu 2019.

Ia memuji kinerja pasar modal Indonesia yang mampu berkembang pesat di bawah kepemimpinan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. “Transaksi tumbuh dan jumlah emiten yang melantai di bursa pun tumbuh sekitar 10 persen dari total emiten yang ada,” katanya, Minggu (17/2).

Menurutnya, pasar modal harus terus didorong untuk bertumbuh. “Pasar modal salah satu instrumen untuk membangun ekonomi bangsa. Emiten berkembang dengan go public, investor bisa investasi. Ini harus kita dorong untuk tumbuh.”

Dengan perusahan-perusahaan yang tumbuh dan berkembang, maka akan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan terbuka. Pendapatan negara dari pajak akan bertumbuh, seiring dengan semakin majunya perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa.

Dalam acara Investor Gathering and Corporate Forum, Hary menyampaikan komitmennya untuk memajukan pasar modal di Indonesia.

Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina mengatakan, Investor Gathering and Corporate Forum penting dilakukan. Terutama bagi para investor, yaitu untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai kondisi pasar pada tahun 2019. Diharapkan dengan adanya paparan ini, investor akan lebih nyaman untuk melakukan investasi.

“Kami berharap acara tahunan yang digelar sejak tahun 2012 ini, semakin memperluas wawasan nasabah dan meningkatkan confidence berinvestasi di pasar modal Indonesia,” ujar Susy.

Susy menjelaskan, perseroan berkomitmen untuk terus fokus mengembangkan digital trading dengan fitur-fitur canggih terkini sesuai perkembangan industri. Hal tersebut dikembangkan guna menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat masa kini yang tidak terlepas dari teknologi.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Pasar Modal Harus Didorong Tumbuh