alexametrics

Soal Aksi Preman di Tanah Abang, Wali Kota dan Wakilnya Beda Pendapat

18 Januari 2019, 18:35:05 WIB

JawaPos.com – Kericuhan yang terjadi antara Satpol PP dan PKL Tanah Abang saat penertiban berbuntut panjang. Pasalnya isu yang berkembang adanya pengaruh dari aksi premanisme yang memancing kegaduhan.

Namun, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Megantara mengklaim, tidak ada bentrok yang terjadi di Tanah Abang. Menurutnya peristiwa yang sempat membuat mobil Satpol PP rusak hanyalah salah paham belaka.

“Ah nggak ada bentrok cuma selisih paham saja. (Preman?) Nggak, saya tanya sih tapi itu ulah pedagang, tapi ya pedagang baru katanya gitu, baru seminggu eh sepuluh harianlah gitu saja,” jelasnya saat dihubungi, Jumat (18/1).

Bayu menyatakan hal tersebut terjadi karena adanya ketidaksukaan PKL untuk ditertibkan. Padahal, pihaknya hanya ingin mengembalikan fungsi trotoar yaitu untuk pejalan kaki.

“Solusinya gimana? Ya mereka kan mobile, mereka nggak menetap. Nggak ada bentrok cuma pedagang doang yang eksisting disitu Insya Allah nggak ada lagi,” tegasnya.

Untuk menjaga keamanan, Bayu tetap menempatkan Satpol PP untuk berjaga. Sehingga tidak ada kericuhan yang terulang dapat terjadi.

“Pengamanan sehari-hari saya terjunkan 66 petugas Satpol PP. Tiap hari rutin di sana. Nggak ada yang khusus toh hari ini aman-aman juga kan,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menyatakan kericuhan tersebut adalah ulah dari para preman sekitar Tanah Abang memprovokasi para pedagang kali lima sehingga menimbulkan kericuhan.

“Jadi ini sebenarnya adanya provokator dari preman-preman karena penertiban ini memang rutin dilakukan oleh petugas. Jadi kalo PKL paling hanya 20 persennya saja, sisanya preman-preman,” tutur Irwandi, Kamis (17/1).

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria


Close Ads
Soal Aksi Preman di Tanah Abang, Wali Kota dan Wakilnya Beda Pendapat