alexametrics

Mahasiswa UMM Bantu Hidupkan Kembali RS di Palu

18 Januari 2019, 19:39:51 WIB

JawaPos.com – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Rehabilitasi Dampak Bencana di Palu, Sigi, dan Donggala, sejak Senin (14/1) lalu. Salah satu kegiatannya membantu persiapan pendirian kembali Rumah Sakit Siti Fadhilah Suphari Pembina Kesejahteraan Umat (PKU) Muhammadiyah Palu.

Rumah sakit yang sempat vakum beroperasi itu kembali dihidupkan dengan menambah sumber daya manusia dari relawan. Selain itu, rumah sakit sekaligus dipakai sebagai pusat pendistribusiaan obat-obatan ke sejumlah wilayah yang dapat dijangkau.

Ketua Bidang Majelis Pembina Kesehatan Umum PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman mengapresiasi kinerja seluruh relawan. “Alhamdulillah, hari ini Muhammadiyah mendapatkan apresiasi dari masyarakat Palu atas kegiatan relawan bencana. Kami dari relawan pusat PP Muhammadiyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan,” ucap Agus dalam keterangannya, Jumat (18/1).

Sejak Selasa (15/1), beberapa mahasiswa UMM asal Fakultas Kesehatan ditempatkan di rumah sakit untuk membantu kegiatan. Mulai dari pengecekkan kesehatan hingga pemulihan trauma korban atau psikososial.

UMM memberangkatkan 40 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Agama Islam, Fakultas Hukum dan Fakultas Kesehatan. Mereka tersebar di enam pos pelayanan (Posyan). Yakni, Posyan Donggala Kodi, Pantoloan, Desa Wani, Desa Bobo, Sidera dan Tawaeli.

Kegiatan kerelawanan bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Managemen Center (MDMC) yang lebih dulu berada di lokasi. Selain melakukan pelayanan kesehatan dan psikososial, para relawan juga memberi pembekalan kewirausahaan melalui pemanfaatan potensi daerah. Seperti di Pantoloan sebagai daerah penghasil buah nanas.

Pendampingan relawan di Pentoloan yakni dengan melatih masyarakat membuat produk selai. Selain mengajarkan proses pembuatan selai, mereka juga mendampingi proses pengemasan, distribusi, hingga produk sampai di konsumen.

“Semoga melalui pelatihan dan berbagai kegiatan kami, nantinya membangkitkan semangat para korban. Serta mengembalikan kemandirian masyarakat untuk bekerja seperti sebelum terjadi bencana,” terang humas kelompok Rizky Fariza Alfian.

KKN selain dijalankan melalui skema diterjunkannya mahasiswa di wilayah terdampak bencana, UMM juga mengirim mahasiswa untuk mengikuti KKN Internasional. Ada 27 mahasiswa yang tersebar di tujuh negara.

Rinciannya, Malaysia sebanyak tujuh orang, Thailand 12 orang, Kamboja satu orang, Nepal satu orang, Sri Lanka empat orang, Polandia satu orang, dan Ukrainia satu orang. Mereka akan terjun langsung ke pelosok negara untuk melakukan pemberdayaan.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Dian Ayu Antika Hapsari

Mahasiswa UMM Bantu Hidupkan Kembali RS di Palu