JawaPos Radar

Sang Mertua Tewas Usai Minum Kopi Bercampur Racun Milik Menantu

17/12/2017, 07:55 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Sang Mertua Tewas Usai Minum Kopi Bercampur Racun Milik Menantu
Ilustrasi (pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com – Warga Kelurahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo mendadak gempar. Diduga lantaran sakit hati, seorang menantu nekat menghabisi mertuanya dengan memberikan racun rumput.

SB alias Epi (30) nekat meracuni mertuanya Zuhria Latada (66) dengan racun jenis herbisida (racun rumput). Epi merupakan merupakan menantu dari anak kedua Zuhria Latada. Uniknya, aksi Epi baru terbongkar saat Zuhria akan dikebumikan, Kamis (14/12).

Peristiwa memiriskan itu berawal pada Senin (4/12) lalu. Ceritanya bermula ketika menjelang magrib Epi memasak air. Setelah mendidih, ibu tiga anak itu memasukkan air panas ke dalam termos. Mendekati penuh, Epi kemudian memasukkan racun rumput ke dalam termos air. Racun rumput itu diambil Epi dari sisa yang digunakan iparnya Nawir Pariyonga.

Keesokan hari, Selasa (5/12) pagi, Zuhria menyeduh kopi menggunakan air termos yang bercampur racun rumput. Tanpa curiga, Zuhria lantas menyeruput kopi yang dibuatnya. Awalnya Zuhria agak sedikit kaget dengan rasa kopi yang lebih pahit dari biasanya.

“Mama sempat tambah gula, tapi rasanya tetap pahit,” ungkap anak bungsu korban, Nawir Pariyonga sebagimana dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group).

Karena penasaran, Nawir juga ikut mencicipi rasa kopi yang dibuat Zuhria. Nahas, walaupun hanya sekali tegukan, kopi bercampur herbisida itu membuat Nawir juga ikut keracunan.

“Saya olo ada ikut barasa kopi limama (Saya juga ikut mencicipi kopi buatan mama,red). Abis (setelah,red) itu saya langsung pusing dan muntah-muntah,” ungkap pria 35 tahun yang hingga Jumat (15/12) masih dirawat di RS MM Dunda, Limboto.

Usai menyeruput kopi yang dibuat, Zuhria mengalami muntah-muntah, pusing dan panas tinggi. Awalnya keluarga mengira perempuan tiga anak itu mengalami gangguan pencernaan. Namun lantaran tak kunjung membaik, Selasa (5/12) sore, anak tertua Zuhria Ismed pariyonga memutuskan membawa ke Rumah Sakit (RS) MM Dunda Limboto.

Sembilan hari dirawat di RS MM Dunda Limboto, kondisi Zuhriah tak kunjung membaik. Justru sebaliknya, perempuan yang sehari-harinya bertani itu makin kritis. Hingga akhirnya, Kamis (14/12) dini hari pukul 01.30 wita, Zuhria menghembuskan napas terakhir.

Selama Zuhria dirawat di RS MM Dunda Limboto, sebenarnya sudah tersiar dugaan Epi meracuni mertuanya. Namun dugaan itu dibantah habis-habisan oleh Epi. “Masa saya mau racun mama,” kata Epi saat menjawab pertanyaan suaminya.

Tudingan terhadap Epi yang meracuni mertuanya terus bergulir. Bahkan menjelang pemakaman, Kamis (14/12) siang, kabar tak mengenakkan itu menjadi perbincangan di tengah warga.

“Saat saya memberi kata sambutan, saya mendengar ada isu-isu miring, makanya saya menyuruh keluarga untuk musyawarah dulu," ungkap Kepala Kelurahan Biyonga Azis Polamolo.

Dalam musyawarah keluarga Zuhria menginterogasi Epi. Meski sempat berupaya mengelak, Epi akhirnya mengakui perbuatannya. Pihak keluarga kemudian menghubungi Polres Gorontalo. “Saya sakit hati Pak,” ungkap Epi kepada petugas Kepolisian.

Sakit hati Epi bermula ketika ia menegur tiga anaknya. Namun aksi ibu rumah tangga itu dinilai berlebihan oleh Zuhria. Sehingga Zuhria menegur Epi agar tak berlebihan menasehati anak-anaknya. Ditengarai tindakan Zuhria itu membuat Epi tersinggung.

“Habis campur di air termos, botol bekas racun rumput saya buang ke irigasi di belakang rumah,” ujar Epi mengakui perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo AKP. Rhemmy Bheladonna, SH mengemukakan, pihaknya sudah mengantongi sejumlah bukti serta keterangan para saksi. "Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," terang AKP Rhemmy.

(sad/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up