JawaPos Radar

Pemprov Sumut Akan Dirikan SMK Pariwisata di Danau Toba

17/10/2018, 23:53 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemprov Sumut Akan Dirikan SMK Pariwisata di Danau Toba
Menteri Pariwisata, Arief Yahya di dampingi Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Dirut BPODT, Arie Prasetyo, Rabu (17/10). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Pembangunan infrastruktur di Danau Toba Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut pengerjaannya. Kementerian Pariwisata menarget, fasilitas dasar di Danau Toba rampung pada 2019 mendatang.

Terkait dengan hal itu, Pemerintah Provinsi Sumut juga terdorong untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di kawasan Danau Toba. Langkah yang akan dilakukan Pemprov Sumut yakni, dengan segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata.

"Sehingga masyarakat setempat daerah wisata bisa betul-betul mengelola daerahnya sendiri. Jangan sampai menjadi pembantu di rumah sendiri. Lulusan pariwisata harus bisa mengelola potensi daerahnya sendiri," ujar Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Rabu (17/10).

Laki-kali yang akrab disapa Ijeck ini menjelaskan, pihaknya juga akan menambah lapangan pekerjaan. Antara lain, dengan mempermudah investor yang akan menanam investasi di sektor wisata, seperti hotel dan lainnya.

"Masyarakat juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dengan berwirausaha. Bank Sumut ke depan juga bisa memberikan kredit untuk usaha kecil dan menegah. Supaya bisa tumbuh dan berkembang di Sumut," paparnya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyambut baik hal tersebut. Semua utilitas dan fasilitas dasar seperti fasilias jalan, air, listrik dan internet di kawasan Danau Toba ditargetkan selesai pada 2019. Selain itu, infrastruktur jangka pendek juga akan digarap pengerjaannya.

Menurut Arief, pemerintah juga akan membangun infrastruktur pendukung lainnya, seperti bangunan-bangunan yang dapat diselesaikan dalam jangka pendek.

"Kita mau membangun nomadic tourism, seperti namanya dia nomadic atau berpindah pindah. Di sana akan ada hotel caravan pertama di Indonesia, homepod, serta homestay," ungkapnya.

Rencananya, lanjut Arief, berbagai bangunan dan fasilitas tersebut akan dimulai pembangunannya pada tahun 2019. Dalam kesempatan itu, Arief juga meminta kepada seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba untuk kompak mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba yang sedang dilakukan pemerintah pusat.

"Ini bertujuan agar pembangunan infrastruktur dan target menjadikan Danau Toba masuk dalam kawasan Unesco Global Geopark bisa berjalan lancar," tandasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up