JawaPos Radar

Pemerkosa Bocah Pengungsi Gempa Palu di Makassar Diduga Mabuk Lem

17/10/2018, 20:44 WIB | Editor: Dida Tenola
Kadis P3A Makassar, Tenri A Palallo
Kadis P3A Makassar Tenri A Palallo saat memberikan keterangan soal pemerkosaan bocah pengungsi gempa Palu. (Sahrul Ramadan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com– Pemerkosaan terhadap SH, 7, korban gempa Palu yang mengungsi ke Makassar begitu memilukan. Pelakunya, MI, 14, diduga mabuk lem saat melakoni perbuatan tercela tersebut.

"Mungkin dia melakukan perbuatan bejatnya karena dalam pengaruh lem," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Peremuan dan Perlindungan Anak (P3A) Makassar, Tenri A Palallo, saat memberikan keterangan di Makassar, Rabu malam (17/10).

Hasil itu didapat setelah pihaknya berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Polisi saat ini juga masih memeriksa secara mendalam terkait asal usul keluarga MI.

Pihak P3A Makassar, Dinas Sosial (Dinsos) Makassar, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Makassar, Tim Reaksi Cepat (TRC) pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, dan PPA Polrestabes Makassar memang mengalami kendala dalam upaya pendalaman identitas resmi dari tersangka. Kondisi itu membuat proses penanganan hukum tersangka terhambat.

Awalnya, polisi sedikit menemui titik terang setelah melakukan pemeriksaan sementara tersangka. Disebutkan jika tersangka MI, merupakan warga Makassar, yang berlamat di jalan Antik, kecamatan Biringkanaya, Makassar. Namun setelah ditelusuri, sama sekali tak ditemukan dan diketahui keluarga tersangka. 

"Awalnya juga dikiranya tersangka ini adalah korban, karena waktu didapat, memang sudah luka-luka, sudah dibogem. Tapi dicek baik-baik ternyata ini tersangka utamanya," ujar Tenri sebelumnya. 

Saat ini MI sudah ditahan di Mapolrestabes Makassan. Dia dijerat pasal 81 juncto pasal 76 D dan atau pasal 82 juncto pasal 76 E, Undang-undang nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 

Seperti diberitakan sebelumnya, korban beralamat asli di Jalan Kunduri, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat. Pasca gempa, SH dititipkan ke rumah pamannya di kawasan BPS 1 Sudiang Makassar. SH diperkosa MI di salah satu rumah kosong yang terletak di perumahan tersebut.

 

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up