JawaPos Radar

Biang Macet, Ratusan PKL di Depan Pasar Enjo Ditertibkan

17/10/2018, 16:08 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Biang Macet, Ratusan PKL di Depan Pasar Enjo Ditertibkan
Satpol PP Jakarta Timur tertibkan ratusan PKL di depan Pasar Enjo, Rabu (17/10). (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di depan Pasar Enjo, Jalan Haji Mugeni, Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur berlangsung kondusif. Para pedagang tidak melakukan perlawanan berarti saat petugas melakukan pebertiban.

Hal ini dilakukan lantaran ingin mengembalikan fungsi akses jalan tersebut. Karena sebelumnya jalan itu digunakan para PKL menjajakan dagangannya. Alhasil jalan menjadi padat, karena aktifitas jual beli di Jalan Haji Mugeni.

Kasatpol PP Jakarta Timur Hartono menjelaskan, penertiban dilakukan untuk menata kembali jalur. Karena keberadaan pedagang membuat kepadatan lalu lintas di lokasi.

Biang Macet, Ratusan PKL di Depan Pasar Enjo Ditertibkan
Penertiban dilakukan karena pedagang jadi biang kemacetan. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)

"Ada 235 kios Eks JT 35 yang hari ini kami lakukan penertiban. Karena jalur Pisangan Timur ini akan kami kembalikan lagi peruntukannya sebagai jalan," ungkap Hartono, Rabu (17/10).

Pedagang yang ditertibkan akan direlokasi ke Pasar Enjo milik PD Pasar Jaya. Sehingga tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar pasar. Hari ini sedang berlangsung pemindahan terhadap para pedagang.

"Ya jadi ini sudah kami sudah bahas bersama, pihak PD Pasar Jaya sudah mempersiapkan tempat untuk merelokasi mereka. Jadi Insya Allah seluruh pedagang bisa tertampung di dalam Pasar Enjo," tutur Hartono.

Menurutnya penertiban sempat tertunda, karena menunggu pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games rampung. Setelah kegiatan bertaraf internasional itu selesai digelar baru penertiban dilakukan. 

"Kemarin itu menunda karena ada beberapa pertimbangan, antara lain pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games," ucapnya.

Dari pantauan JawaPos.com, satu unit alat berat atau backhoe digunakan untuk meratakan bangunan yang didirikan PKL. Saat bangunan diratakan, terlihat sejumlah pedagang hanya bisa terdiam melihat tempat berdagangnya dihancurkan.

(dik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up