alexametrics

Petualangan Raja Gendam Berakhir di Pasar Sanglah Denpasar

17 September 2019, 09:11:56 WIB

JawaPos.com – Sepandai-pandai Tupai melompat, pasti jatuh juga. Peribahasa itu mungkin pas untuk pelaku gendam yang dikepruk massa yang  emosi karena telah memakan banyak korban dengan aksi hipnotisnya.

Pria yang diduga pelaku kejahatan dengan cara menghipnotis ini ditangkap warga Jalan Tukad Banyusari, Denpasar Selatan, Senin (16/9) sekitar pukul 10.00 Wita. Pria yang belum diketahui namanya ini diamuk massa dan kini dalam penanganan pihak kepolisian.

Seorang saksi bernama Nurul saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan, kejadian bermula di Pasar Sanglah, Denpasar. Saat itu, seorang ibu yang diduga sebagai korban melihat pelaku bersama teman-temannya berada di pasar menggunakan mobil.

Korban asal Pulau Aru, Denpasar itu sontak berteriak maling. Usut punya usut, berdasar keterangan korban kepada saksi, pria tersebut diduga pelaku hipnotis terhadap korban.

Kejadiannya sekitar dua bulan lalu di Sesetan, Denpasar. Saat itu, korban tiba-tiba dihampiri oleh pelaku dan memegang tangan korban lalu dihipnotis.

Korban diajak oleh para pelaku sekitar lebih dari tiga orang pria dan wanita ke dalam mobil dalam kondisi dihipnotis.

Para pelaku kemudian menyuruh korban mengambil buku tabungan di rumahnya. Lantas pelaku menguras isi tabungan korban sekitar Rp 100 juta. Dan, Senin (16/9) pagi, korban kembali melihat pelaku bersama teman-temannya menggunakan mobil di Pasar Sanglah, Denpasar.

Sontak saja, melihat salah satu pelaku, korban langsung meneriaki maling. “Korban melihat salah satu pelaku ini di pasar. Pelaku bersama teman-temannya datang menggunkan mobil,” imbuh Nurul seperti dikutip Jawa Pos Radar Bali.

Melihat itu, korban langsung berteriak maling, sehingga pelaku bersama komplotannya berusaha kabur. “Apesnya, justru sang pimpinan komplotan gendam tertinggal teman-temannya yang lebih dulu kabur menggunakan mobil yang dibawanya,” kata Nurul saat ditemui di rumahnya di Gang Pelita, Jalan Tukad Banyusari.

Karena diteriaki maling, pelaku lari ke arah timur ke Gang Pelita, Jalan Tukad Banyusari. Warga yang melihat hal itu berusaha mengejar.

Pelaku kemudian kabur terus ke gang 1, sebelah timur gang Pelita. Di sana pelaku meminta perlindungan untuk bersembunyi di salah satu rumah warga. Namun pelaku berhasil ditemukan warga lain. Dia pun langsung mendapatkan bogem mentah dari para warga yang menangkapnya.

“Pelaku tadi sempat dipukuli warga sebelum akhirnya polisi datang. Saya sempat berusaha melarang warga agar tidak memukuli pelaku Pelaku itu cirinya terlihat keren seperti bos. Dia pakai celana panjang dan baju kemeja biru kotak, jam tangan dan bawa tas juga,” terang saksi Nurul.

Kini pelaku telah diamankan di Polsek Denpasar Selatan. Terkait kejadian ini, pihak kepolisian Polsek Denpasar Selatan belum memberikan keterangan resmi.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads