alexametrics

Khawatir Dapat Ancaman, P2TP2A Minta Pengamanan Polisi

17 September 2018, 17:39:21 WIB

JawaPos.com- Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar mengajukan permintaan pengawalan dan pengamanan kantor kepada kepolisian. Pengajuan tersebut menyusul kekahwatiran P2TP2A setelah mengamankan dua dari tiga bocah korban penganiayaan.

Seperti diketahui, dua korban penganiayaan itu masing-masing adalah US 5 dan DV 2,5. Mereka diduga dianiaya oleh orang tua angkat, Acci alias Memei alias Gensel, 40.

Sedangkan kakak kandung DV, yakni OW 11, hingga berita ini ditulis masih belum ditemukan. OW diduga melarikan diri setelelah berhasil menyelamatkan dua korban lain dari sekapan dan penganiayaan yang dilakukan Memei.

Pasca kejadian itu, Sekertaris P2TP2A Hapida Djalanti merasa cukup khawatir dengan keselamatan dua dari tiga bocah korban penganiayaan. Saat ini keduanya berada di rumah aman P2TP2A. 

“Jangan sampai ada orang-orang yang diutus oleh pelaku untuk datang ke P2TP2A atau rumah Aman. Karena si pelaku (Memei, Red) tahu betul kondisi di dalam rumah Aman ini,” terang Hapida saat berada di Mapolrestabes Makassar. 

Hapida melanjutkan,Memei pernah tersandung kasus yang sama pada 2017 lalu. Saat itu dia juga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anaknya.

Namun kasus itu segera dituntaskan P2TP2A dengan melakukan mediasi internal keluarga. Sekarang, pelaku kembali berulah dengan menganiaya dan menelantarkan anak angkatnya. “Jadi kami sudah meminta pihak Polrestabes (Makassar) untuk pengamanan dan pengawalannya,” jelas Hapida. 

Sebelumnya, pihak P2TP2A juga telah resmi melaporkan Memei ke polisi. Dalam laporan tersebut, Memei diduga melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan tiga korban menderita luka-luka. “US itu banyak sekali luka di badannya. Seperti bekas puntung rokok di tangannya, di belakangnya seperti hantaman, di kepalanya yang tertutup rambut terlihat bekas hantaman benda tumpul,” beber Hapida. 

Dari dua korban yang diselamatkan P2TP2A, salah satu korban lain, yakni OW belum diketahui keberadaannya. Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari bocah tersebut.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar Kompol Wirdanto mengaku telah menerima pengajuan perlindungan rumah Aman P2TP2A. Pihaknya siap memberikan pengamanan dan akan berkoordinasi dengan P2TP2A. 

Pertimbangan polisi untuk memberikan jaminan keamanan karena kedua korban sedang dalam tahap pemulihan kondisi fisik dan mental. “Kami sudah koordinasikan dan langsung kirim personil pengamanan ke sana,” terang Wirdanto.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (rul/JPC)

Khawatir Dapat Ancaman, P2TP2A Minta Pengamanan Polisi