JawaPos Radar

BNN Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Libatkan Napi, 1 Ditembak

17/09/2018, 21:10 WIB | Editor: Budi Warsito
BNN Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Libatkan Napi, 1 Ditembak
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Marsauli Siregar saat ekspose pengungkapan sindikat narkoba Internasional. Dari delapan tersangka, satu diantaranya tewas diterjang timah panas. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara kembali mengungkap sindikat narkoba internasional. Kali ini sindikat itu melibatkan narapidana yang ada di Lapas Tanjung Gusta, Kota Medan.

Sindikat ini, diduga sering menyelundupkan sabu-sabu lewat jalur Jakarta-Medan-Malaysia. Dalam penangkapan itu, petugas berhasil menangkap delapan tersangka. Satu diantaranya tewas diterjang timah panas petugas.

Dari tangan para tersangka, sejumlah barang bukti turut diamankan yaitu, 2 bungkus sabu di dalam kemasan teh Cina dengan berat masing-masing 1 kilogram dan 7 botol kaca bertuliskan Aceton berisi 2,5 liter cairan bahan baku untuk proses pembuatan sabu-sabu.

BNN Ungkap Sindikat Narkoba Internasional Libatkan Napi, 1 Ditembak
Kepala BNNP Sumut, Brigjen Marsauli Siregar saat ekspose pengungkapan sindikat narkoba Internasional. Dari delapan tersangka, satu diantaranya tewas diterjang timah panas. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Pengungkapan sindikat ini, bermula dari petugas yang mendapat informasi tentang transaksi narkoba yang dikendalikan MA, warga Bekasi pada Selasa (11/9).

MA pun mengutus makelarnya yang merupakan Napi Tanjung Gusta, ZK dan MR. Mereka berdua bertugas mencari pembeli. Setelah mendapat pembeli, sang makelar mengutus kurir ZL. Saat proses pengiriman ZL diringkus. ZL diringkus di kawasan Jalan Setia Makmur, Kota Medan.

"Saat itu ZL sedang mengenderai becak barang dan ditemukan dua bungkus sabu-sabu,” papar Kepala BNNP Sumut, Brigjen Marsauli Siregar di Kantor BNNP Sumut, Senin (17/9).

Kasus itu dikembangkan. Petugas kemudian bergerak ke kediaman ZR. Petugas mendapati tujuh botol bahan cair pembuatan sabu-sabu, serta beberapa tas yang digunakan untuk mengirim barang. Dalam penangkapan ini, MM istri RZ, juga ikut ditangkap oleh petugas karena diduga terlibat dengan kasus tersebut.

Petugas kemudian menangkap dua pembeli. BYK yang merupakan Napi Lapas Tanjung Gusta dan IS, warga sipil. Hanya saja BYK menggunakan kurir tersendiri yang akhirnya juga ditangkap oleh petugas.

"MA juga diringkus oleh BNN Pusat," ujarnya.

Pada hari Rabu (13/9) sekira pukul 03.00 WIB petugas membawa BYK untuk menunjukkan dimana dia menyimpan narkoba tersebut. Nahasnya, BYK melawan. Dia ditembak tepat dipunggung sebelum akhirnya roboh dan tewas.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang didapat dari sebuah buku catatan milik MM, jumlah sabu yang sudah diedarkan dalam setahun berjumlah sekitar 235 kilogram.

Saat ini seluruh tersangka sudah ditahan. Para pelaku pun terancam hukuman mati.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up