JawaPos Radar

Tangkap Terduga Teroris, Lima Polisi Raih Penghargaan

17/08/2018, 11:07 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Penghargaan Polisi
PENGHARGAAN: Anggota Polsek Lawang peraih penghargaan dari Polda Jatim, berfoto bersama dengan Wakapolres Malang Kompol Deky Hermansyah. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Bertepatan dengan HUT ke-73 RI, Polda Jawa Timur (Jatim) memberikan penghargaan kepada anggotanya yang berprestasi. Mulai dari penangkapan terduga teroris hingga lomba LHKPN.

Penerima penghargaan di antaranya lima anggota polisi Polsek Lawang, Polres Malang. Mereka meraih penghargaan karena berhasil menangkap terduga teroris berinisial Abd. Pria yang ditangkap di kawasan Pasar Lawang itu diduga terkait bom Bangil, Pasuruan.

Adapun kelima anggota Polsek Lawang penerima penghargaan adalah Ipda Saifullah, Aiptu Eddy Kristia Budi, Aiptu M Zulhardi, Bripka Indra Setiawan dan Brigadir Agus Dwiyono. Anggota Unit Intelkam, Unit Shabara dan Unit Reskrim itu disemati pin emas dan pemberian piagam penghargaan.

"Bertepatan upacara HUT Kemerdekaan RI, pemberian penghargaan atas penangkapan jaringan teroris di Jatim, DPO teroris bernama Abdullah," kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Widodo Eko Prihastopo di Polda Jatim, Jumat (17/8).

Selain itu, penghargaan diberikan kepada anggota direktorat dan polres jajaran Polda Jatim untuk lomba LHKPN. Di antaranya Dittahti, Ditpamobvit, Ro ops, Polres Batu, Polres Pasuruan, Polres Mojokerto, Polres Mojokerto Kota, Polres Situbondo dan Polres Banyuwangi. "Semoga anggota terus menjaga ritme positif, terutama keamanan. Ini juga untuk memotivasi kinerja anggota," tegasnya.

Seperti diberitakan JawaPos.com sebelumnya, Abd ditangkap Densus 88 dan anggota Polsek Lawang di Pasar Lawang, Jumat (3/8). Saat itu, laki-laki dengan hidung bangir itu tengah tidur beralaskan tas.

Ketika diminta bangun dan menunjukkan KTP, Abd bukannya kooperatif. Dia justru melawan petugas. Bahkan berusaha menyerang anggota dengan senjata tajam.

Polisi sempat memberikan tembakan peringatan. Bukannya berhenti, Abd justru lari dari kejaran petugas. Polisi akhirnya terpaksa menembak kakinya. Namun Abd tidak berhenti dan berlari masuk ke perkampungan Kali Biru.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up