JawaPos Radar

Soal Penyelewengan BOPDA, Risma: KPK Harus Telurusi Itu

17/08/2018, 22:17 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Soal Penyelewengan BOPDA, Risma: KPK Harus Telurusi Itu
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menyampaikan perjuangannya menyediakan layanan pendidikan yang layak bagi semua anak Surabaya.  (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beraksi keras atas dugaan penyelewengan dana bantuan operasional daerah (BOPDA). Dia menyatakan akan melaporkan kasus tersebut kepada Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).  

Hal itu disampaikan saat menggelar malam syukuran di balai kota Surabaya (Taman Surya). Acaranya dihadiri ratusan masyarakat dari pelbagai elemen dan organisasi swadaya. 

"Kalau sekarang ada anak mau sekolah tapi ditolak karena alasan biaya, terus ke mana BOPDA-nya. KPK harus telusuri itu," kata Risma di balai kota Surabaya, Jumat (17/8). 

Risma mengatakan, hingga sekarang, dirinya sudah menyalurkan BOPDA. Dia menyalurkan Dana BOPDA ke seluruh sekolah negeri dan swasta. Hanya saja, jumlah BOPDA untuk sekolah swasta jumlahnya lebih tinggi. 

Risma tidak menyebut jumlah angkanya. Yang jelas, karena jumlah sekolah swasta memang lebih banyak ketimbang negeri. Selain itu, bantuan sarana prasarana berupa komputer dan perbaikan gedung. 

"Sampai sekarang saya tanda tangan bantuan komputer atau gedung untuk sekolah swasta. Ya, supaya anak nggak putus sekolah," kata Risma. 

Sebelumnya diberitakan, Risma menemukan sejumlah siswa SMP putus sekolah. Dia menemukan fakta tersebut saat berkunjung ke kawasan eks-lokalisasi Dolly. Katanya, mereka berhenti sekolah karena menunggak SPP. 

Atas temuan tersebut, Risma lalu melunasi pembayaran jumlah SPP yang berfariasi antara Rp 525 ribu hingga Rp 800 ribu. Kemudian, dia melaporkan temuannya ke Inspektorat Surabaya. Ia menganggap sudah menyalurkan dana BOPDA ke semua sekolah swasta maupun negeri. 

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up