JawaPos Radar

Pengamat: Isu Ekonomi Jadi Peluru Prabowo-Sandi

17/08/2018, 14:25 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Prabowo-Sandiaga
ILUSTRASI: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dalam beberapa kesempatan, bakal Calon Presiden Prabowo Subianto selalu berbicara tentang kondisi ekonomi Indonesia. Kerap kali dia juga menyindir pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap belum bisa memberikan kesejahteraan masyarakat.

Pencapresan Prabowo dengan Sandiaga Salahudin Uno tampaknya akan mengusung isu tersebut. Seperti yang diungkapkan beberapa petinggi koalisi dalam sebuah pertemuan tertutup mereka.

Kubu Prabowo menganggap masalah kemiskinan masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Khususnya mengenai kesenjangan ekonomi antara konglomerat dengan kelompok yang tergolong miskin. Masalah harga sembako dan tenaga kerja juga berpotensi menjegal Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suryadi menyampaikan, isu ekonomi menjadi peluru Prabowo-Sandi jika terus digulir. Ditambah lagi isu-isu milenial yang menyasar kalangan muda.

"Yang menarik, di tengah gejolak globalisasi menimpa hampir seluruh negara. Termasuk Indonesia. Jadi itu isu yang seksi. Kemudian itu dimunculkan kelompok Prabowo, dan an itu menarik perhatian," kata Agus, Jumat (17/8).

Dia menggambarkan dengan harga dolar AS yang terus menembus batas toleransi atas rupiah. Isu ekonomi dunia yang juga berpengaruh pada Indonesia. "Semuanya dikemas dan diangkat dengan baik oleh kubu Prabowo. Jadi mereka akan mengangkat bahwa fakta sebetulnya fundamental kita bermasalah. Isunya seksi dan logis," ujarnya.

Kendati Demikian, kubu Prabowo harus tetap waspada dan kerja keras. Jokowi dengan PDIP sudah punya basis massa yang kokoh hingga akar rumput. Tercermin dalam beberapa pilkada.

Di Sumatera Utara, PDIP dan PPP yang mengusung Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus mampu mendulang 40 persen suara. Meski kalah, dengan hanya dua partai itu mereka bisa cukup membuat kewalahan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah.

"Kalau kami lihat dalam konteks skala nasional sekarang, itu sebenarnya nggak jauh amat dengan representasi daerah. Di Sumut, basis PDIP juga luar biasa. Kantong suara Jokowi sudah jelas. Berkaca dari asumut. Di Jawa Kantong terbesar PDIP," tandasnya.

Sebelumnya dalam sebuah pertemuan tertutup dengan para petinggi PBNU, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno membahas beberapa poin penting yang akan digulir selama masa pemilu. Salah satu yang dibahas terkait permasalahan ekonomi bangsa.

"Kami bahas secara komprehensif, secara menyeluruh, secara terbuka dan akhirnya kami ada pertemuan meeting of mind (penuntasan kemiskinan dan kesenjangan sosial)," kata Prabowo di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Selain menemukan kecocokan soal permasalahan ekonomi, kedua belah pihak sepakat berjanji melaksanakan demokrasi dengan baik. Sebaliknya, Prabowo-Sandi akan menyajikan kontestasi demokrasi yang sejuk. "Kami ingin melaksanakan demokrasi dewasa yang benar-benar mencerminkan kedaulatan rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PBNU Said Aqil Siradj sepakat dengan pernyataan mantan Danjen Kopasus itu. Terutama soal penuntasan kemiskinan dan menampilkan demokrasi yang beradab.

"Bagaimana meningkatkan martabat bangsa ini, menghilangkan kemiskinan, menggerakan masyarakat, dan menyolidkan persatuan dan kesatuan negera ini," tukasnya.

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up