JawaPos Radar

Napi LP Palembang Kendalikan Peredaran 2,1 Kg Sabu di Riau

17/08/2018, 21:05 WIB | Editor: Budi Warsito
Napi LP Palembang Kendalikan Peredaran 2,1 Kg Sabu di Riau
Ilustrasi sabu-sabu (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia melakukan operasi senyap di Pekanbaru, Riau. Hasilnya 2,1 kilogram sabu dan 10.418 butir ekstasi diamankan. Diduga barang haram ini dikendalikan oleh seorang narapidana inisial Z di Lapas Palembang, Sumatera Selatan.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, operasi senyap ini dilakukan Senin (6/8) lalu. Sebanyak lima orang diamankan. Diantara, dua perempuan berstatus ibu rumah tangga (IRT), Rosa asal Jambi dan Ratnawati asal Aceh. Kemudian tiga laki-laki. Dua warga Aceh yaitu, M Yasir dan Wahyudi serta satu orang warga Medan, bernama Herman. Mereka semua, diduga sebagai 'kurir' untuk mengantarkan barang milik Z tersebut.

"Penangkapan bermula ketika BNN mendapatkan informasi akan adanya serah terima sejumlah paket barang haram, yaitu sabu-sabu dan narkotika milik Z," kata Arman, Jumat (17/8).

Serah terima barang itu diatur oleh Ratna. Barang haram tersebut, rencananya akan diserahkan kepada Ayu dan Herman. Begitu mendapatkan informasi, BNN yang dibackup BNNP Riau, langsung melakukan penyelidikan. Penyerahan dua jenis barang haram itu, dilakukan para tersangka di parkiran Hotel Emma Graha.

"Saat dilokasi, kita amankan Rosa dan Herman. Bersama mereka diamankan barang bukti berupa sebuah plastik merah yang berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi," jelasnya

Kemudian, dilakukan interogasi terhadap kedua tersangka. Mereka mengaku diperintah oleh Ratna. Tanpa membuang waktu, BNN langsung melakukan pengembangan dengan menangkap Ratna bersama dua rekan prianya, M Yasir dan Wahyudi. Mereka ditangkap di parkiran Hotel Sabrina.

"Dari keterangan para tersangka, seluruh kegiatan ini dikendalikan oleh pemilik narkoba, Z yaitu napi di LP Palembang. Rencananya narkotika itu akan dibawa dari Pekanbaru ke Palembang," kata dia.

Jika barang itu sampai dengan 'selamat', para tersangka inipun akan diupah sebesar Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Namun belum sampai menerima uang tersebut, mereka sudah ditangkap petugas.

"Kelima tersangka bersama barang bukti telah dibawa petugas ke kantor Cawang. Kita akan melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up