JawaPos Radar

Ketagihan Game, Bocah 16 Tahun Gasak Puluhan Hiolo

17/08/2018, 00:50 WIB | Editor: Budi Warsito
Ketagihan Game, Bocah 16 Tahun Gasak Puluhan Hiolo
Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto (KANAN) saat ekspos kasus pencurian peralatan ibadah umat Budha. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Seorang anak di bawah umur berinisial DA, 16, berurusan dengan pihak kepolisian setelah diketahui melakukan tindak kejahatan pencurian dengan pemberatan.

Warga Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) ini, nekat mencuri hiolo atau tempat pembakaran dupa umat Budha untuk memenuhi kebutuhannya bermain game dan biliar.

Kapolsek Meral, AKP Hadi Sucipto mengatakan, ada 23 hiolo yang dicuri pelaku DA bersama temannya A yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Empat dari puluhan hiolo itu seharga Rp30 juta dan telah berusia ratusan tahun. Kemudian dua buah hiolo itu berbahan Kuningan yang disepuh emas 24 karat dan dibeli di negara China.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia menjual barang tersebut seharga Rp 8 ratus ribu karena sesuai berat per kilogram. Sedangkan yang sisanya 19 lagi dijual borongan seharga Rp 180 ribu.

"Hasil penjualan barang curiannya itu dia gunakan untuk kebutuhan bermain game dan biliar bersama temannya," kata Hadi di Karimun pada Kamis (16/8).

AD sendiri diamankan di Jalan Ahmad Yani, RT 001, RW 005, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral, Selasa (14/8) lalu sekira pukul 17.00 WIB. Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya dan telah mencuri tempat pembakaran dupa.

Adapun Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian tersebut, dilakukan di tiga TKP. Pertama pelaku melancarkan aksinya di Perumahan Taman Puri, Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral. Ada sembilan rumah yang diasatroni untuk mengambil hiolo dengan masing-masing barang bukti satu tempat pembakaran dupa.

TKP berikutnya di ruko komplek Naga Mas Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral. Ada 10 hiolo yang dicuri dari 10 rumah. Sedangkan di TKP terakhir, di Kelenteng Cetya Viria Paramita di Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral ada empat hiolo dan dua tatakan lilin yang mereka ambil.

Kabar hilangnya hiolo ini, diketahui Tan Teng Sun alias Asun, penanggungjawab Kelenteng Cetya Viria Paramita di Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral telah raib dari seorang warga pada Selasa (7/8) lalu. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada kepolisian yang akhirnya berhasil menangkap DA.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 363 ayat 1 tentang pecurian dengan pemberatan. Karena tersangka masih dibawah umur maka akan dilakukan diversi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up