JawaPos Radar

Duh, Pasokan Garam di Balikpapan Belum Normal

17/08/2017, 17:15 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Duh, Pasokan Garam di Balikpapan Belum Normal
Ilustrasi: petani garam. (Dok JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasokan garam di Balikpapan belum mencukipi alias masih jauh di bawah bulan-bulan biasanya. Bulan ini saja, total garam masuk Balikpapan sebanyak 83 ton. Padahal, biasanya mencapai 200 ton.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Soufan mengatakan, pasokan garam didatangkan agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga sebulan ke depan (September). Pasokan garam didatangkan dari Jawa dan Sulawesi. Yakni PT Antam sebanyak 40 ton, CV Karya Prima 23 ton, dan PT Surya Abadi 20 ton.

"Total masuk 83 ton. Beberapa waktu lalu dapat kiriman pasokan 20 ton, sisanya masih 2 ton. Jadi, hingga September stok garam 85 ton," ucapnya dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group).

Dia menjelaskan, pengiriman pasokan kali ini jauh berkurang dari kiriman normal biasanya. Karena pengaruh anomali cuaca dan hujan di daerah penghasil garam. Yang biasanya dalam sebulan mendapat kiriman 200 ton, kini hanya mendapat kiriman 83 ton saja. Namun, dia memastikan pasokan tersebut merupakan angka aman bagi Balikpapan.

"Walau pengiriman normal tidak rutin waktunya. Kalau datang jumlahnya langsung banyak. Dan bisa bertahan untuk pasokan selama tiga bulan," ungkapnya.

Dia pun menjelaskan, hingga saat ini harga garam di pasaran tetap naik hingga 30 persen dari harga normal. Sedangkan di beberapa daerah telah mengalami penurunan harga. Seperti di Cirebon kini harga per kantong sebesar Rp 700. Dia berharap harga menjadi normal bisa segera terjadi di Balikpapan.

"Di Jawa harga garam sudah turun. Kami perkirakan satu hingga dua pekan harganya kembali normal. Mengingat stok garam cukup," jelasnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up