alexametrics

OTT SMP 10, Klimaks Kisruh PPDB Kota Batam

17 Juli 2018, 23:00:58 WIB

JawaPos.com – Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berakhir menjelang masuk sekolah pada Sabtu (14/7) malam lalu. Kisruh itu berkahir dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Sapu Bersih (Saber) pungutan liar (Pungli) dari Polresta Barelang.

Ketika itu, Ketua Komite SMPN 10, Baharuddin diamankan di kediamannya di Perumahan Nusa Jaya Blok G /21 Sei Panas, Batam Center. Ia diamankan bersama sejumlah uang yang diduga berasal dari orang tua calon murid. OTT ini juga menyeret dua oknum lainnya yang sebelumnya sudah diamankan terlebih dahulu.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P. Sihaloho mengaku prihatin dengan pelaksanaan PPDB di Batam. Gaung ketidakberesan pelaksanaan PPDB Kota Batam ini, lanjut Udin sudah terasa jauh sebelum pelaksanaan PPDB itu sendiri.

Selama ini, orang tua calon murid selalu dihantui dengan ancaman tidak tersedianya kuota bagi anak-anak mereka di sekolah. Sehingga, para orang tua rela membayar sejumlah uang agar anaknya terjamin masuk sekolah.

“Dari tiga bulan sebelum PPDB sudah diinformasikan kalau daya tampung sekolah tidak memadai untuk menampung calon siswa. Inikan membuat orang tua khawatir,” kata Udin ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Batam, Batam Center pada Selasa (17/7).

Udin melanjutkan, DPRD Kota Batam selalu mewanti-wanti agar kejadian seperti OTT SMPN 10 ini tidak terjadi. Namun demikian, hal tersebut tidak terlalu di tanggapi, baik itu oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam maupun lingkungan sekolah.

Lebih jauh, Udin mengingatkan agar Disdik maupun sekolah bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini agar tidak ada lagi orang tua calon murid yang dirugikan untuk kepentingan oknum-oknum yang bermain pada pelaksanaan PPDB.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (bbi/JPC)


Close Ads
OTT SMP 10, Klimaks Kisruh PPDB Kota Batam