JawaPos Radar

Mulai Pulih, Anak Terduga Teroris Bangil Akan Diserahkan ke Kemensos

17/07/2018, 22:00 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Mulai Pulih, Anak Terduga Teroris Bangil Akan Diserahkan ke Kemensos
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera (Dida Tenola/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Setelah menjadi korban ledakan, proses pemulihan anak terduga teroris Bangil terus menunjukkan tren positif. Selain fisik, bocah berusia 2,5 tahun berinisial UM itu terus didampingi oleh psikolog untuk pemulihan psikis.

Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera menjelaskan, jika seluruh proses perawatan UM sudah tuntas, polisi akan menyerahkannya ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Langkah tersebut sama seperti yang dilakukan terhadap tujuh anak-anak terduga teroris Surabaya dan Sidoarjo. "Luka yang diderita pasca ledakan itu sudah kering. Kondisinya mulai signifikan," terang Barung kepada wartawan, Selasa (17/7).

Pihaknya memastikan bahwa pemulihan UM akan terus dipantau. "Tim psikolog dari RS Bhayangkara dan Kemensos sendiri sudah melakulan pendampingan," tambah Barung.

Barung melanjutkan, UM belum bertemu dengan ibunya, DR. DR sampai saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap DR di bawah wewenang Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.

Sesuai dengan UU terorisme yang baru, pemeriksaan terhadap DR diperpanjang menjadi 21 hari. Awalnya polisi punya waktu dua minggu. Namun karena masih membutuhkan keterangan DR, ada penambahan waktu pemeriksaan 7 hari bagi penyidik.

Ditanya soal pengejaran terhadap terduga pelaku berinisial ABD, Barung enggan menjelaskannya secara detail. Dia mengatakan, seluruh keterangan terkait perkembangan perburuan pelaku menjadi wewenang Mabes Polri. Yang jelas, polisi terus melakukan pengejaran hingga saat ini.

Seperti diketahui, ledakan bom paku meledak di Desa Pogar, Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7) lalu. Ledakan itu melukai seorang anak kecil. Bocah tersebut merupakan anak kandung ABD, terduga pelaku yang masih kabur sampai sekarang.

Warga yang mengecek rumah kontrakan itu mencium adanya bau mesiu. Warga kemudian berhamburan keluar setelah terdengar suara ledakan kedua. ABD antas keluar dari rumah itu dengan membawa tas ransel. Seorang warga sempat menembak ABD dengan senapan angin. Sayangnya, meski terluka, mantan napiter di Cipinang itu masih bisa lolos.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up