JawaPos Radar

Jadi Fans Berat Prabowo, Ini Alasan Daeng Aziz Nyaleg di Makassar

17/07/2018, 18:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Jadi Fans Berat Prabowo, Ini Alasan Daeng Aziz Nyaleg di Makassar
Eks penguasa Kalijodo Daeng Aziz nyaleg di Makassar. (Syahrul Ramadhan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Gerindra baru saja menyodorkan daftar calon legislatif tingkat provinsi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (17/7). Mereka menyertakan 50 daftar nama untuk sebelas daerah pemilihan.

Di antara daftar calon legislatif, terdapat nama eks penguasa Kalijodo, Daeng Aziz. Pria tersebut sempat ramai jadi perbincangan sebagai tokoh berpengaruh di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, pada 2016 lalu. Pria yang kini berusia 62 tahun ini, saat itu melawan kebijakan pemerintahan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penggusuran di lokalisasi setempat.

Ketua DPD Gerindra Sulsel Idris Manggabarani membenarkan soal pencalonan Daeng Aziz. Pria asal Kabupaten Jeneponto itu disebut bakal bertarung di Daerah Pemilihan IV dan mendapatkan nomor urut lima.

Jadi Fans Berat Prabowo, Ini Alasan Daeng Aziz Nyaleg di Makassar
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Dok. JawaPos.com)

"Dia caleg provinsi dapil Jeneponto, Bantaeng, Selayar. Berkasnya sudah masuk, sudah selesai," kata Idris di kantor KPU Sulsel, Selasa (17/7).

Idris menungkapkan bahwa Daeng Aziz termasuk salah satu caleg Gerindra dari kalangan eksternal. Dia mendaftarkan diri ke partai sejak beberapa bulan lalu. Gerindra mengakomodasikannya sebagai salah satu fans berat ketua umum partai besutan Prabowo Subianto.

"Jadi semua yang jadi fans Prabowo, kita ambil semua. Kita utamakan untuk nyaleg kader utama, lalu legislator, dan eksternal. Memang seperti itu proses pengkaderan kami," jelas Idris.

Nama Daeng Aziz mencuat saat Pemerintah DKI Jakarta berupaya merevitalisasi kawasan Kalijodo, Jakarta Barat, pada 2016 lalu. Saat itu Daeng Aziz disebut memimpin kelompok preman yang menolak penggusuran di daerah ramai praktik prostitusi.

Daeng Aziz belakangan divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Dia dihukum sepuluh bulan penjara karena terbukti atas dakwaan pencurian listrik untuk operasional kafe miliknya.

Pada Pileg 2019, Partai Gerindra Sulsel menargetkan peningkatan 40 persen jumlah kader di DPRD Sulsel. Itu artinya jumlah legislator meningkat dari 11 menjadi 18 orang.

Idris menyatakan partainya dalam kondisi siap untuk menyambut pemilu tahun depan. "Jumlah bacaleg provinsi ada 50, semua dapil penuh. Keterwakilan perempuan juga memenuhi. Olehnya kita berharap bisa sukses," terang Idris.

Daeng Aziz sebelumnya masih enggan berkomentar banyak terkait pendaftaran dirinya maju dalam ajang kontestasi politik lima tahun sekali ini. Dia mengaku, ikut mendaftar caleg bersama rekan-rekan yang lain. "Nantilah kita bicara lebih lanjut, jangan di sini ya," tukasnya.

Di KPU Sulsel, dia datang mengenakan kostum dengan kemeja dan celana berwarna putih. Lengkap dengan topi ala koboi berwarna putih yang menjadi ciri khasnya. Sembari menunggu prosesi pendaftaran, ia duduk di sebuah tenda yang disediakan penyelenggara sambil berbincang-bincang. "Saya daftar dulu, kan ini belum diterima, masih perlu diseleksi," pungkasnya.

(ce1/rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up