JawaPos Radar

Cemburu Buta, Suami di Malang Tega Sayat Wajah Istrinya

17/07/2018, 20:37 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Cemburu Buta, Suami di Malang Tega Sayat Wajah Istrinya
Pelaku Muhammad Gufron, dibawa petugas dari Polsek Poncokusumo, ke Polres Malang. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wajah Ana Nur Rahmawati, 27, tak lagi cantik. Dia menderita luka sayat di wajah, leher, alis kanan, hidung, dahi dan dagu sebelah kiri. Luka-luka di wajahnya ini, didapatkan karena ulah brutal suaminya, Muhammad Gufron, 43.

Selain itu, ibu satu anak ini juga menderita luka robek pada bagian jari manis sebelah kanan. Warga Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, ini harus menderita luka sayat yang cukup parah usai bertengkar dengan suaminya, Minggu (15/7).

Kisah pilu bermula ketika korban meninggalkan rumah selama dua bulan. Alasannya, karena keduanya kerap cekcok.

"Usaha saya sedang drop. Kondisi saya sedang tidak bagus. Kemudian ketambahan istri saya selingkuh. Jadinya kalut," katanya saat dimintai keterangan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, Selasa (17/7).

Keduanya kerap bertengkar hingga akhirnya sang istri pulang ke rumah orangtuanya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Akhirnya dia menjemput istrinya ke rumah mertuanya, Minggu (15/7). Namun, istrinya tetap bergeming. Korban tetap tak ingin pulang. Korban kemudian lari karena pelaku berusaha menyakitinya. Pelaku mengejar dan berhasil menangkap Ana.

Emosi pelaku memuncak, dia marah dan mengambil pisau dapur yang ada di dekatnya. Tanpa pikir panjang, dia sayatkan senjata tajam itu secara acak ke arah istrinya.

"Saya marah, saya sampai sujud dan mohon ke dia tapi dia nggak mau ikut saya pulang," uraianya, dengan wajah seolah tanpa penyesalan.

Lantas, dugaan perselingkuhan itu muncul dari mana? Gufron menyebut, hal ini karena dia menemukan bukti percakapan di WhatsApp dengan nada mesra. Bahkan, juga ada kalimat dari lawan bicara istrinya yang meminta agar Ana sabar menanti.

"Saya kan marah. Suaminya kerja banting tulang istri di rumah selingkuh. Ketika ditanya, dia nggak mau mengaku. Buktinya dihapus," bebernya.

Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, menjelaskan, usai menganiaya istrinya, pelaku kabur ke Gresik.

"Saya koordinasi dengan pihak desa, untuk membujuk pelaku agar pulang. Ketika berhasil dibujuk, kami ringkus di rumahnya," kata Andik, usai melimpahkan perkara ini ke UPPA Polres Malang, Selasa (17/7).

Saat ini, lanjut Andik, perkara ini tengah ditangani oleh UPPA Polres Malang. Gufron masih dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.

Beberapa barang bukti dibawa oleh anggota Polsek Poncokusumo. Diantaranya, tikar yang bersimbah darah, pisau dapur untuk menyayat wajah korban, baju Ana yang penuh darah.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up