JawaPos Radar

Sehari Pasca Penyerangan Mapolda Riau, 8 Terduga Teroris Diamankan

17/05/2018, 13:47 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal, sewaktu mengunjungi Mapolda Riau, Kamis (17/5). (Virda Alisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polda Riau mengamankan sedikitnya 8 orang yang diduga terlibat dalam insiden penyerangan Mapolda Riau yang terjadi pada Rabu (16/5) pagi kemarin.

Hal itu disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian, saat meninjau langsung Mapolda Riau yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, pada Kamis (17/5) pagi.

"Bahwa untuk kelanjutan kasus ini, sudah delapan orang yang ditangkap tim. Sedang kita kembangkan dari tim Densus 88 dan Polda Riau. Kita hanya sampaikan informasi bahwa perkembangan kasus di Polda ini sudah ditangkap," ungkapnya.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sewaktu memberikan keterangan kepada wartawan (Virda Alisya/JawaPos.com)

Kedelapan orang tersebut diamankan di Kota Dumai, Provinsi Riau. "Ya pokoknya di salah satu daerah di Riau lah," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri memastikan bahwa komplotan terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau dan serangkaian peristiwa penyerangan di wilayah lainnya merupakan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD).

"Saya sudah sampaikan semuanya Jamaah Ansharud Daulah. Saya berani nunjuk hidung karena sudah tiga empat tahun melihat perkembangan jaringan kelompok ini," tegas Kapolri.

Menurut Tito, jaringan JAD bukan hanya jaringan yang berada di suatu daerah saja. Namun sudah meluas ke beberapa wilayah Indonesia. "Ini bukan jaringan lokal, tapi jaringan yang menyebar di beberapa wilayah Indonesia," bebernya.

Jaringan ini dinilainya cukup berbahaya. Mereka yang terlibat dalam jaringan ini dan sudah diamankan tidak dapat ditahan di tahanan biasa. "Apalagi digabung dengan tahanan lain," ucapnya.

Itulah alasannya, imbuh Tito, pihaknya berharap agar DPR RI bisa segera mengesahkan revisi Undang-Undang tentang terorisme, supaya permasalahan yang saat ini terjadi tidak akan terulang kembali.

"Kita minta sejak dua tahun lalu menyiapkan revisi UU-nya. Kita berharap revisi cepat dilaksanakan sambil diperbaiki masalah lapas. Karena kita bukan kerjaan lapas dan manajemen lapas," pungkasnya.

(ce1/ica/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up