JawaPos Radar

Penyerang Polda Riau Masuk Jaringan JAD

17/05/2018, 12:44 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kapolri
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kaca mata hitam) saat meninjau lokasi penyerangan di Mapolda Riau, Kamis (17/5). (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meninjau Mapolda Riau yang menjadi lokasi penyerangan terduga teroris. Tito tiba di Pekanbaru, Riau, Kamis (17/5) pagi. Selanjutnya, Tito meninjau Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan pengawalan ketat.

Dalam keterangannya, Tito memastikan bahwa kelompok penyerang Mapolda Riau merupakan jaringan Jamaah Ansharud Daulah (JAD). Termasuk serangkaian aksi teror di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Saya sudah sampaikan, semuanya Jamaah Ansharud Daulah. Saya berani tunjuk hidung karena sudah tiga hingga empat tahun melihat perkembangan jaringan kelompok ini," tegas Tito.

Menurutnya, JAD bukan hanya jaringan yang berada di suatu daerah saja. Namun sudah meluas ke beberapa wilayah Indonesia. "Ini bukan jaringan lokal. Tapi jaringan yang menyebar di beberapa wilayah Indonesia," beber jenderal dengan bintang empat di pundaknya tersebut.

JAD diklaim cukup berbahaya. Mereka yang terlibat dalam jaringan ini dan sudah diamankan, tidak dapat ditahan di tahanan biasa. "Apalagi digabung dengan tahanan lain," ucap Tito.

Untuk itu, Tito berharap agar DPR RI bisa segera mengesahkan revisi Undang-Undang tentang terorisme supaya permasalahan yang saat ini terjadi tidak akan terulang kembali. "Kami minta sejak dua tahun lalu menyiapkan revisi UU-nya. Kami berharap revisi cepat dilaksanakan sambil diperbaiki masalah Lapas. Karena kami bukan kerjaan Lapas dan manajemen Lapas," pungkasnya.

Kelompok terduga teroris menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka menerobos masuk di gerbang depan Mapolda Riau dengan menggunakan mobil Avanza warna putih dengan nopol BM 1192 RQ.

Kemudian para komplotan yang dilengkapi dengan pedang tersebut menyerang petugas secara membabi buta. Akibatnya, dua orang petugas mengalami luka bacok. Salah satunya Brigadir Jhon Hendrik yang mengalami luka pada jempol tangan kanan. Kemudian Kompol Farid Abdullah Bidkum mengalami luka di belakang kepala.

Sedangkan Iptu H Auzar gugur usai ditabrak mobil yang ditumpangi komplotan tersebut. Selain itu, dua wartawan televisi juga mengalami luka. Adalah Ryan Rahman dari TV One dan Rahmadi dari MNC.

Petugas sudah mengambil tindakan tegas dengan menembak mati empat terduga teroris. Mereka adalah Mur Salim, 48, warga Kota Dumai; Adi Sugiyanto, 26, warga Jalan Raya Dumai Sei Pakning; Suwardi, 29, warga Kelurahan Gaung, Sungai Sembilan; Pogang, 45, warga Kelurahan Bukit Rumah.

(ica/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up