JawaPos Radar

Pasca Penyerangan Mapolda Riau, Polisi Amankan 7 Terduga Teroris

17/05/2018, 10:06 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Pasca Penyerangan Mapolda Riau, Polisi Amankan 7 Terduga Teroris
Wakapolri, Komjen Pol Syarifuddin saat jumpa pers di Mapolda Riau, Rabu (16/5) petang. (Virda Elisya/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pasca penyerangan oleh komplotan terduga teroris di Markas Polda Riau (Mapolda) Riau, pada Rabu (16/5) pagi kemarin, membuat polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan pengembangan. Hasilnya, sejumlah orang yang terindikasi masuk dalam jaringan penyerangan Mapolda Riau telah diamankan di Kota Dumai.

"Sudah dikembangkan, tujuh orang. Namun belum dapat laporan lengkap," ungkap Wakapolri, Komjen Syafruddin saat meninjau Mapolda Riau, pada Rabu petang.

Wakapolri tak menyebutkan secara pasti empat terduga teroris yang tewas dalam insiden penyerangan itu masuk dalam jaringan yang mana. Namun kemungkinan, terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau dengan cara menerobos masuk lalu melukai tiga orang anggota Polri dan dua wartawan televisi itu, terindikasi sama dengan jaringan yang menyerang Mapolrestabes Surabaya.

Pasca Penyerangan Mapolda Riau, Polisi Amankan 7 Terduga Teroris
Suasana Mapolda Riau setelah mendapat serangan terduga teroris (Istimewa)

"Ada indikasi sama dengan di Surabaya tapi belum bisa disimpulkan. Rentetan yang terjadi masih dikembangkan. Pada waktunya nanti akan dijelaskan. Paling tidak peristiwa terjadi di mana-mana," terangnya.

Jenderal dengan bintang tiga dipundaknya itu juga menyatakan bahwa pada peristiwa seperti ini, berbagai kelompok jaringan teroris bisa mengklaim bahwa dirinyalah yang telah melakukan penyerangan itu.

"ISIS itu kata dia. Bahwa apa pun bisa menggunakan istilah. Mengklaim si A kelompok ini dirinya, silakan saja. Bagi kita masyarakat bisa disolidkan. Tempatkan diri Anda bagian dari kepentingan publik. Jangan kelompok tertentu yang merusak keutuhan bangsa," jelasnya.

Syafruddin juga menyatakan bahwa pihaknya bersama dengan TNI akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam peristiwa penyerangan di sejumlah daerah di Indonesia ini. "Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini akan dihukum. Nanti dicari benang merahnya apa ada hubungan, penyandang dana, kelompoknya, dan lainnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Polres Dumai melakukan penggeledahan di sebuah gubuk yang diduga menjadi salah satu tempat persembunyian salah satu terduga teroris yang menyerang kantor Mapolda Riau, pada Rabu kemarin.

Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan Perdamean Nainggolan membenarkan hal itu. Penggeledahan berlangsung pada pukul 14.50 WIB. "Benar. Kita lakukan penggeledahan hari ini," ungkap Restika, pada Rabu sore.

Restika menyebutkan, ada lima titik yang dilakukan penggeledahan. Namun ia belum dapat merincikan kelima titik yang digeledah. Begitu juga dengan hasilnya. "Kalau hasil penggeledahan belum bisa disampaikan. Nanti akan disampaikan melalui Pak Kapolda," terangnya.

Penggeledahan dilakukan Polres Dumai pasca penyerangan yang dilakukan komplotan terduga teroris di markas Polda Riau, pada Rabu (16/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Atas insiden ini, empat orang teroris dilakukan tindakan tegas hingga meninggal dunia. Sementara satu lainnya masih diburu. Selain itu, tiga anggota Polri juga menjadi korban. Satu di antaranya telah gugur karena ditabrak oleh sopir mobil komplotan terduga teroris. Ada juga dua wartawan televisi yang terluka.

(ce1/ica/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up